Halaman

Rabu, 02 Mei 2012

Remas dan Hancurkan Kemasan Botol Plastik Limbah Rumah Anda.


Apakah yang terkenal dan menjadi momok yang menakutkan dikalangan Barang, produk dan karya di Indonesia, yakni barang tiruan atau asli tapi palsu . Barang tiruan jelas yang dirugikan adalah konsumen pengguna produk – produk tertentu baik produk barang konsumtif, perhiasan maupun barang industry serta suku cadang.

Kenapa Penulis disini menyebutkan istilah Asli tapi Palsu ?, Asli memang kemasannya asli dari bawaan produk itu sendiri, nah yang Palsu adalah isinya, karena bukan merupakan produksi si Aslinya. Biasanya barang-barang tersebut adalah kepunyaan merek-merek terkenal yang memang pelanggannya sudah banyak.

Penulis disini mencoba mengingatkan pembaca yang budiman, sebenarnya adanya barang asli tapi palsu alias tiruan disini sebenarnya bisa dicegah dan dihindari mulai dari diri kita sendiri, keluarga kita dan rumah kita.
Rumah adalah awal dari kehidupan dan aktifitas setiap manusia dan rumah pula adalah penyumbang sampah per harinya yang cukup besar dalam kehidupan manusia.

Banyak kejadian dan berita di beberapa media cetak , elekronik dan media online tentang beberapa kejadian adanya peredaran barang asli tapi palsu alias tiruan di masyarakat sebagai berikut :
1.             Air minum dalam kemasan
2.             Kecap/saos sambal/saos tomat/penyedap makan;
3.             Syirup.
4.             Shampo & Condisioner
5.             Sabun Mandi dan Cuci tangan Cair.
6.             Dll,  karena Saya yakin masih banyak barang asli tapi palsu yang tidak saya sebutkan satu persatu

Barang asli tapi palsu khususnya pada barang konsumtif yang beredar dimasyarakat memang sangat merugikan bagi konsumen, apalagi yang terkena dampaknya diri kita,keluarga dan kerabat. Kerugian yang jelas dari sisi kesehatan penggunanya, karena produk itu telah di buat ulang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab menyerupai produk aslinya untuk meraup keuntungan yang besar pada jaman yang serba kesusahan ini dengan modal yang tidak terlalu besar.

Modal tidak terlalu besar karena kemasan yang digunakan disini oleh produsen asli tapi palsu tersebut, menggunakan kemasan bekas pakai dari produsen aslinya. Kemasan bekas pakai inilah yang menjadi titik awal dari semua kepalsuan dan dapat meraup keuntungan yang menggiurkan bagi sebagian orang yang tidak bertanggung jawab.

Yakinlah ini merupakan penyimpangan dari prinsip pengolahan sampah dengan Sistem 3R ( Re-cycle,Reduce,Re-use),  Karena Re-use disini bukanlah tindakan yang menguntungkan namun merugikan konsumen dan merupakan pelanggaran hukum pidana

Biasanya pembuat barang asli tapi palsu mencari kemasan bekas pakai yang berlabel masih bersih, baik dan tidak cacat/rusak, tersebut di beberapa pengumpul/pengepul barang-barang rongsok, lalu dicuci dengan beberapa larutan kimia pembersih sehingga dapat di refill dengan produk tiruan serupa.

Apa yang dapat kita lakukan ?

Sebenarnya langkah kongkret/nyata yang dapat dilakukan di kalangan pribadi dan rumah tangga kita adalah :
a)                (Remas/Injak) Merusak dan menghancurkan kemasan produk konsumtif bekas pakai yang telah anda dan keluarga  gunakan sehari-hari dengan sedikit tenaga. Langkah ini dapat diterapkan pada kemasan produk konsumtif yang terbuat dari plastik ringan seperti Air minum dalam kemasan, Kecap/saos sambal/saos tomat/penyedap makan, dll . Sebelum Anda membuangnya ke tempat sampah.
b)       (Lubangi/Gunting) Merusak dan menghancurkan kemasan produk konsumtif bekas pakai yang telah anda dan keluarga  gunakan sehari-hari dengan sedikit tenaga dan alat tambahan seperti pisau dapur dan benda tajam lainnya. Langkah ini dapat diterapkan pada kemasan produk konsumtif yang terbuat dari plastik yang agak keras seperti Shampo & Condisioner,detergent cair,pewangi pakaian dll. Sebelum Anda membuangnya ke tempat sampah.


“Mudah-mudahan tulisan ini yang merupakan anjuran dan ajakan bagi kita semua sehingga dapat bermanfaat bagi kita sebagai konsumen. Dan mudah-mudahan tulisan ini juga merugikan bagi produsen barang Asli Tapi Palsu karena stok kemasan yang baik dan tidak cacat,  sudah mulai susah didapat.”……………(Nikita Perihandono)

4 komentar:

Tagayan Hijau mengatakan...

tips bagus nih, semoga semua orang bisa sadar dengan ini, semangaaatt, sebarkan informasi ini ke semua orang. salam kenal, silakan berkunjung di tagayanhijau.blogspot.com. terima kasih..

gurubelajar mengatakan...

botol plastik itu kan sebagian rezeki bagi pemulung

Nikita Perihandono mengatakan...

Terimakasih buat yang telah mampir....
Tagayan Hijau : Semangat tetep cayooo...

Nikita Perihandono mengatakan...

To : Guru Belajar (http://www.gurubelajar.com/) Memang si gan...? Tapi biarpun kita hancurkan/tusuk/injak tetap nantinya dibuang di tempat sampah kering dan akan di ambil oleh Beliau2 untuk kemudian ditimbang di Lapak penjualan brang bekas. Sebenarnya tidak ada pengaruh langsung kepada Beliau2