Halaman

Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Juli 2012

Meningkatkan Percaya Diri Anak di Tahun Ajaran Baru

Saat ini merupakan hari-hari pertama Anak kita masuk kesekolah / kelas yang baru. Sebenarnya apasih yang dirasakan seorang Anak kira-kira dalam menititi jalan sebagai murid baru / memiliki teman-teman baru di Sekolah / Kelas yang baru ? Mungkin sebagian anak ada yang senang, takut, penasaran dan tidak sabaran untuk menunggu saatnya untuk masuk sekolah.Tentunya kita sebagai orang tua telah melihat gejala-gejala psikis Anak kita dalam menghadapi hal tersebut. 

Sebagian orang tua yang anaknya masuk kesekolah baru pasti ini sangat dipusingkan dari segi biaya pendidikan, apalagi tidak hanya satu dan / dua anaknya yang sekolah/kelas baru. Mereka disamping harus menyediakan biaya pendidikan juga harus memikirkan tuntutan atas permintaan anaknya akan Alat-alat tulis dan seragam baru. Duh Sulitnya menjadi Orang Tua....., lalu untuk bagaimana ya dulu Orang2 tua kita saat menyekolahkan kita dahulu ???.

Kembali ke pada kita para orang tua yang anak-anaknya saat ini masuk ke Tahun Ajaran Baru, sebenarnya adalah kewajiban kita untuk dapat meningkatkan Percaya Diri Anak untuk menyongsong dan menjalani tahun ajaran baru ini.Percaya diri anak disini menjadi penting dikarenakan seorang anak dengan berbagai kondisi kejiwaannya, tingkat interaksi sosial serta prestasi akademiknya memerlukan sebuah " PD " / Percaya Diri, misalkan sebutlah anak manja/anak mami yang tidak terbiasakan akan interaksi dan campur tangan orang lain selain Orang tuanya, disini mereka akan kesulitan untuk menjalani suasana kelas/Sekolah yang baru dengan teman dan lingkungan yang baru, Lalu anak yang di tahun lalu tidak naik kelas dsb,  disinilah peran orang tua untuk dapat meningkatkan semangat belajar dan menimbulkan rasa Percaya Diri kepada Anak-anak kita sehingga mereka dapat sukses di sekolah/Kelas yang baru.

Meningkatkan percaya diri anak dapat dilakukan oleh orang tua di berbagai tempat/Waktu/Kesempatan/Cara.

1.             Pemberian Contoh oleh Orang Tua di segi kehidupan rumah tangga adalah lebih baik dari pada Nasehat;

Berikan kepada anak-anak dirumah dengan  karakter positif anda-anda  sebagai orang tua, antara lain :
a.         Konsisten, terhadap berkata-kata dan perbuatan anda dirumah jangan terkesan Orang tua yang ‘plin plan”/ Ingkar janji dan tidak disiplin. Misalkan anda memerintahkan tutup pintu (kamar mandi) setelah engkau ke kamar mandi !!!. Tapi kita sendiri lebih sering melanggarnya.
b.        Bagikan pengalaman unik dan baik anda kepada anak-anak;
c.         Akui kesalahan anda dan jangan malu untuk meminta maaf kepada anak;
d.        Tunjukan perhatian;
e.         Ajak anak anda sesekali ke Kantor Anda;
f.         Libatkan / ajak anak dalam kegiatan lingkungan
g.        Membangun ikatan keluarga yang sehat.
h.        Selesaikan masalah apapun dengan secara bijak dan rileks;
i.          Tunjukkan Gaya Hidup Sehat dirumah Anda.

2.        Tanamkan Kebersamaan;
Sebenarnya seorang anak tak selalu susah diatur. Anak-anak sebenarnya bisa tetap dekat kepada orangtuanya, Asalkan sedari kecil orangtuanya sudah menanamkan kebersamaan dalam keluarga sejak dini. Untuk menumbuhkan kebersamaan dapat dilakukan dengan berbagai cara misalkan perhatian fisik, psikis dan jangan lupa memberikan sentuhan-sentuhan kecil seperti cium,peluk dan raba. Perlu juga bagi para orang tua untuk  Makan malam bersama keluarga, karena dalam kita dimeja makan (kalau ada) kita dapat bercengkrama sesudah makan,interaksi dan menanyakan sekedar "Bagaimana sekolah Mu ...?

3.             Kontak Mata.
Jadikan berkumpul bersama dirumah pada suatu saat tertentu adalah suatu kebutuhan . Berkumpul dan dekat secara fisik bersama keluarga adalah lebih baik untuk perkembangan diri seorang anak.
Kemudian ada teknologi untuk menggantikannya untuk berkomunikasi secara langsung tanpa kontak mata (Telepon,HP,dll) yang dapat kita sebut sebagai komunikasi tanpa kontak mata.
Komunikasi tanpa kontak mata itu ada dampak negatifnya juga buat anak kita menjadi kurang empati pada orang tuannya, anak tidak bisa melihat perubahan emosi orang tuanya.
Apalagi parahnya sudah Kontak mata tidak, secara tidak langsung juga  tidak, anak menjadi kurang perhatian,prestasi belajar menurun,tingkat interaksi sosialnya juga kurang baik,  Temperamen Anak yang kurang stabil.

4.        Pembagian Tanggung Jawab yang harus di kerjakan oleh anak dirumah (remaja);
Pembagian tanggungjawab bagi anak dapat dimulai sejak dini dengan pembagian tugas kecil-kecilan dirumah (merapihkan tepat tidurnya,mandi sendiri sampai kepada tugas-tugas seperti mengepel lantai, membersihkan dan merapihkan ruangan)
Bagi anak-anak dengan pemberian tanggung jawab adalah sebuah keterampilan yang bisa untuk menjadi bekal di kemudian hari.
Tanggung jawab itu membuat anak memilki kebutuhan untuk dapat membantu orang tua.

Selamat dicoba dan dirasakan......

Selasa, 28 Februari 2012

Media Sosial dan Gadget Pengaruhnya Bagi Anak-anak dan Remaja Kita.

Pemandangan seperti ini sudah biasa :
1.       Satu keluarga duduk bersama di restoran cepat saji,tempat rekreasi,tempat hiburan sambil menikmati hari akhir pekannya tetapi masing-masing hampir tidak ada komunikasi verbal diantara mereka. Mereka masing-masing sibuk sendiri dengan Gadgetnya berselancar di dunia maya dengan Gadgetnya, ada yang BBMan,Game Online, YM,FB,Tweet dll.
2.       Orang tua di rumah, di sekolahan anak,di tempat bermain yang intinya orang tua sedang beraktifitas menjaga anak-anaknya bermain/memberi  makan anaknya sambil asyik bermain dengan Gadgetnya , ada yang BBMan,Game Online, YM,FB,Tweet dll, Ehhhh….anaknya jatuh/ketabrak motor (Parah), baru sadar, akhirnya anaknya tidak selesai-selesai makanya, Ha……ha….ha….
3.       Kumpulan Anak-anak,remaja sedang berkumpul ria baik disekolah, ditaman kota,dipinggir jalan,dicafe,restoran cepat saji dll, tidak ada komunikasi verbal diantara mereka Mereka masing-masing sibuk sendiri dengan Gadgetnya berselancar di dunia maya dengan Gadgetnya, ada yang BBMan,Game Online, YM,FB,Tweet dll.
4.       Kecelakaan, akibat mendengarkan dari gadgetnya pada saat dan volume yang tidak tepat, misalkan ketabrak kereta,kendaraan lain,. Dan bisa juga pada saat menggunakan Gadget pada saat dan kondisi yang tidak tepat misalnya tabrakan lalu lintas

Dalam kemajuan era teknologi saat ini keadaan tersebut diatas memang kerap kali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari di daerah perkotaan maupun sub urban di hamper kota-kota besar di Indonesia, apalagi dengan ditunjang kemajuan perangkat keras dan lunak (Gadget) saat ini yang memudahkan seseorang untuk berselancar di dunia maya, dunia tanpa batas ini.

Pengaruh Buruk Media social dan Gadget bagi anak anak dan remaja adalah antara lain :

1.       Anak-anak atau remaja yang kita sayangi  menjadi lebih Narsis (Orang-orang yang terpesona atau terobsesi secara berlebihan dengan diri sendiri). Dalam Mbah Wikipedia Narsisisme (dari bahasa Inggris) atau narsisme (dari bahasa Belanda) adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist). Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narkissos (versi bahasa Latin: Narcissus),
2.       Anak-anak atau remaja yang kita sayangi  lebih banyak curhat isi perasaan yang terjadi pada dirinya kepada jejaring social ketimbang kepada kita orang-orang tuanya. Ya maklum kedua orang tuanya sibuk kerja mencari nafkah atau  Ibunya dirumah gaul dan eksis dengan teman sekolahnya/tetangganya, bahkan lebih parahnya Orangtuanya juga sibuk dengan Gadgetnya berselancar didunia maya.
3.       Anak-anak atau remaja yang kita sayangi   menjadi terasing di dilingkungannya akibat orang tuanya sibuk dan Eksis dan Gaul, akhirnya mereka lebih nyaman didunia maya.Mereka gemar mengurung diri dalam kamar dengan Gadgetnya dan  gemar ke warnet.
4.       Anak-anak atau remaja yang kita sayangi , lebih mudah terjangkit rasa cemas berlebihan,depresi dan kelainan psikologis.
5.       Yang jelas Anak-anak atau remaja yang kita sayangi  nilainya lebih rendah, prestasinya turun naik seperti Bursa Saham.

Pengaruh Positif  Media social dan Gadget bagi anak anak dan remaja adalah antara lain :

1.       Anak-anak atau remaja yang kita sayangi akan memilki rasa Virtual emphaty  yang cukup besar di dunia maya kepada rekan-rekannya didalam jejaring social media yang mereka ikuti. Sekedar mengucapkan selamat ultah,saling nasihati di kala mereka Galau.
2.       Anak-anak atau remaja yang kita sayangi yang memilki sifat tertutup/malu-malu/susah bergaul, menjadi belajar bersosialisasi bersembunyi dibalik Gadget mereka di dunia maya;
3.       Alat / media komunikasi bagi para guru-guru untuk berhubungan dengan para mudridnya.

Keadaan ini membuat Orang tua masa kini menjadi sangat kuatir, dan wajar kekuatirannya itu, ditambah berita-berita miring belakangan ini, akibat dari jejaring social media saat ini. Seperti Penculikan, penjualan anak, seks dunia maya,pergaulan bebas yang semua itu berawal dari jejaring social saat ini.
Orang Tua yang melahirkan anaknya di era saat ini banyak dituntut untuk mengerti dan mengikuti perkembangan jaman termasuk didalamnya perkembangan di dunia maya dan perkembangan dari kemajuan perangkat keras (Gadget) didalam Wikipedia Gadget adalah Gawai[1] atau acang[2] (Bahasa Inggris: Gadget) adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis spesifik yang berguna yang umumnya diberikan terhadap sesuatu yang baru. Gawai dianggap dirancang secara berbeda dan lebih canggih dibandingkan teknologi normal yang ada pada saat penciptaannya.

Lebih Parahnya ada orang tua sekarang yang GapTek (Gagap Teknologi) Julukan anak sekarang bagi yang tidak adaptif terhadap kemajuan jaman.  Sama sekali Ga tau apa itu Facebook,Twitter,BBMan,YM,Mig32,dll, Lebih Parah !!!!!!
Apa yang Harus Kita Lakukan sebagai Orang Tua ?
1.       Orang tua jangan Gaptek Belajar dan belajar, saat ini kemajuan teknologi IT sangat pesat, lebih banyak Tanya dan belum tentu harus memiliki untuk mengetahui lebih dekat;
2.       Jangan terlalu cepat membelikan Gadget yang bagus dengan fasilitas OK, sesuaikan dengan Umur dan tingkatan sekolah dan kebutuhan,  bukan Kantong Orang tuanya mampu.
3.       Selalu Periksa secara rutin kegiatan akun-akun pribadinya di dunia maya, jgn biarkan mereka curhat ke orang yang salah !;
4.       Selalu Periksa Log/Hystory secara rutin dari pemakaian Gadgetnya ( Makanya belajar tuh Pak…Bu…sama tetangga terdekat);
5.       Komunikasi Orang tua dengan anak lebih di intensifkan. Pendapat orang pintar dengan perbandingan 1 : 5, Bicara dengan anak kita 1 menit, Kita mendengarkan cerita/pendapat anak 5 menit.

Demikian mungkin cukup membantu.

Selasa, 13 Desember 2011

Bangsa Kita, Bangsa yang gemar “Shortcut”




Definisi Shortcut (noun ; a route shorter  than the usual one) . Istilah Shortcut biasanya diterjemahkan dalam bahasa artinya ““jalan pintas” ” (dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia;  pin·tas v, me·min·tas v 1 mengambil ““jalan pintas” ”; menempuh jalan yg terdekat; memotong jalan: supaya lekas sampai lebih baik kita ~ dusun ini; jalan ~ , jalan langsung (terdekat); 2 memenggal atau menyelang perkataan orang: suka benar ia memintas perkataan orang; 3 memotong perjalanan (tt orang, pesawat, dsb).
Sebenarnya kata-kata ““jalan pintas” ” sering kita dengar dalam keseharian kehidupan bermasyarakat, ““jalan pintas” ” banyak di bicarakan di kota-kota besar metropolitan  sekelas Jakarta karena masyarakatnya banyak mencari ““jalan pintas” ” untuk menghindar dari ruas jalan yang biasanya terkena macet misalnya.
Namun tanpa kita sadari Saya melihat system dan mekanisme “““jalan pintas” ”” memang disukai dan menjadi favorite oleh sebagian besar rakyat  Indonesia di berbagai sektor kehidupan. Pembuktian bahwa rakyat Indonesia gemar akan “““jalan pintas” ”” mungkin akan kita ingat-ingat sejenak :

1.       Dibidang Ekonomi dan Pembangunan.
Dibidang Ekonomi kita banyak melakukan dan mendengar  istilah ““jalan pintas” ” dalam perekonomian dan pembangunan Bangsa Indonesia, misalnya banyak orang ingin berada di puncak kehidupan ekonominya melakukan Korupsi, sehingga meraup kekayaan dalam sejenak kariernya, namun banyak dari mereka yang berakhir di Hotel Prodeo  Karena tidak bias mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dalam Bidang pembangunan juga kita dapat lihat banyak hasil-hasil pembangunan yang tidak dapat dirasakan lama (sebelum umur teknis pemakaiananya sudah rusak/hancur) karena dalam proses pembangunan nya banyak dilakukan penyunatan anggaran dengan tujuan supaya pekerjaan pembangunan cepat selesai. Selain itu Kegemaran bangsa Indonesia selalu berpikir bagaimana perencanaan jangka pendek bukan mengedapankan perencanaan jangka panjang dalam mengatasi masalah (Banjir,Transportasi,kemiskinan ).

2.       Dibidang Pelayanan Publik.
Dalam bidang pelayanan umum sering kita mendengar kata”sogok” / “Uang Pelicin”, itu sebenarnya dalah perilaku masyarakat kita yang ingin segalanya dilanyani cepat tanpa berbelit-belit dengan melalui ““jalan pintas” ” ditambah dukungan dari mental birokrat yang agak kurang baik, maka terdengarlah output/istilah seperti “pungli” ,”tip”, “gratifikasi”, dan “Suap”. Ini berlaku kesemua aspek pelayanan dan

3.       Dibidang Pendidikan.
Dibidang pendidikan dimana semua manusia pasti mengalami dan mudah mudahan tidak pernah melakukan hal-hal berikut seperti : menyontek, mencari bocoran soal kepada pengajar bahkan sampai jual beli jawaban Ujian Negara (UN) / Ujian Akhir Semester (UAS).

4.       Dibidang Sumber Daya Alam (SDA).
Dalam SDA banyak yang kita dengar penebangan hutan-hutan, pertambangan liar, perburuan satwa di lindungi. Itu semua membuktikan bahwa masyarakat kita banyak yang telah melewati ““jalan pintas” ”  tersebut untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang besar dibandingkan dengan akibat yang akan ditimbulkan nantinya, mereka tidak sampai berpikir demikian.
5.       Dibidang Transportasi.
Kalau dalam bidang ini kita pun pembaca tulisan saya ini yakin pernah melakukan / mencari ““jalan pintas” ” untuk menuju ke tempat/lokasi tertentu, dengan tujuan agar tidak memakan waktu lama akibat kemacetan, jarak dan akibat lain yang akan dirasakan biasanya kita menyebut jalan tersebut dengan “jalan tikus”. Banyak mungkin diantara kita yang melanggar masuk jalur Busway demi mencari ““jalan pintas” ” agar cepat dan tidak terkena antrian kendaraan lain, Jelas itu melanggar pak, awas nanti pasti di tilang, Pengendara motor banyak melalui trotoar jalan, untuk dilalui agar bisa lepas dari kemacetan lalu lintas di jalan.
6.       Dibidang Sosial dan Keagamaan.
Dalam bidang social banyak diantara masyarakat kita mencari ketenaran supaya terkenal dengan mencari ““jalan pintas” ” misalnya dengan melalui kontes-kontes yang cepat menjadi terkenal menjadi artis (Indonesia Idol, Da’i cilik, KDI dll). Itu semua bagus asalkan memang kita berbakat namun susah mencari peluang agar terkenal.
Banyak untuk menjadi terkenal dengan ikut gabung dalam jejaring social dengan menunjukan ucapan,bakat dan tingkah laku kita supaya kita terkenal melalui ““jalan pintas” ” melalui jejaring sosial You Tube,Facebook,Twitter,Digg dll ).
Nah yang lucu dalam bidang agama, yang menurut saya agak lucu ada orang/sebagian kecil warga kita yang telah ijin pergi haji ketanah suci dengan keluarga,masyarakat dan handai taulan, namun yang bersangkutan tidak pergi ke Tanah Suci namun ketempat lain dengan alasan yang berbeda (ketempat Istri muda, Menikah kembali di daerah lain), namun tetap membawa oleh-oleh Tanah Suci  dari ““jalan pintas” ” Pasar  Tanah Abang yang akan diberikan kepada keluarga,masyarakat dan handai taulan.
Masih dalam bidang keagamaan kita mendengar banyak ormas-ormas islam menempuh ““jalan pintas” ” dengan merusak dan memporak porandakan tempat hiburan malam, tempat judi dan minum minuman keras dengan alasan pemerintah tidak pernah menegur dan membubarkan tempat maksiat.

Bagaimana baiknya kita menyikapinya “““jalan pintas” ”” ?
““jalan pintas” ” (Shortcut) sebenarnya adalah baik asalkan kita menempatkan cara kita tersebut dengan alasan yang tepat dengan tetap berpikiran :
·               Sesungguhnya Allah, SWT tidak pernah tidur dan Maha Melihat apa yang dilakukan hambanya;
·               Kalau ““jalan pintas” ” yang kita lakukan itu benar Tidak berpengaruh negative terhadap system yang telah berjalan , tidak ada resikonya baik bagi diri kita, lingkungan sekitar dan kehidupan orang banyak maka “Do It”, “Lakukan Segera” jangan lupa berniat dan mengucap Bismillahhirohman nirrohim, atau apalah ......

Rabu, 01 April 2009

Isian Data alumni SMAN 58 Jakarta

Untuk alumni SMAN 58, Tahun lulus 1993,kirim via email ninorabel@yahoo.co.id atau Inbox Facebook dgn format :
nama :
kelas : (MULAI DARI KELAS 1 S/D 3 )
jurusan :
alamat rumah :
alamat kantor :
no tel rumah&hp :
email. :