Halaman

Tampilkan postingan dengan label Go Green. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Go Green. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2013

Pemanfaatan Buah Pohon Bintaro Sebagai Pengusir Tikus Alami

Pohon Bintaro {Cerbera manghas)
Kehadiran tikus, binatang pengerat itu sering meresahkan. Apalagi kalau jumlahnya banyak, sungguh sangat menjengkelkan. Kalau sudah begitu beragam cara dilakukan untuk mengusir, maupun membunuhnya, memasang perangkap tikus ataupun memasang jebakan tikus. Sekarang semua itu tidak perlu lagi dilakukan, buah bintaro, dapat menggantikan semua itu. Buah ajaib ini terbukti ampuh mengusir tikus di rumah kita. Bahkan mendekati rumah kita saja tikus sepertinya ogah. Rumah kita seperti dijaga ratusan kucing lapar yang menunggu seluruh sudut rumah kita, sehingga tak ada satupun tikus berani mendekat. Ajaibnya lagi buah bintaro yang baru dipetik dapat langsung ditaruh di dalam rumah kita. Tidak ada perlakuan khusus terhadap buah bintaro tersebut. Setelah dipetik cukup ditaruh di lantai saja. Selama buah itu masih segar belum layu, maka tidak ada satupun tikus yang berani datang ke rumah kita. Tanaman bintaro banyak ditanam sebagai penghijauan dan peneduh di lingkungan Perumahan. Tanaman bintaro memiliki nama latin Cerbera manghas dikenal sebagai tumbuhan pantai atau paya. Ketinggian pohon bintaro dapat mencapai 12m. Di negara Samoa dikenal dengan nama leva, di Togo di kenal dengan nama toto, dan di Negara Fiji dikenal dengan nama vasa. Nama ilmiah Cerberus diambil dari nama anjing berkepala sepuluh dalam mitologi Yunani. Daunnya berbentuk bulat telur, berwarna hijau tua, yang tersusun berselingan. Bunganya harum dengan mahkota berdiameter 3-5cm berbentuk terompet dengan pangkal merah muda. Benang sari berjumlah lima dan posisi bakal buah tinggi. Buah berbentuk telur, panjang 5-10cm, dan berwarna merah cerah jika masak. Penyebarannya secara alami di daerah tropis Indo Pasifik, dari Seychelles hingga Polinesia Perancis. Malah di Indonesia bintaro sekarang digunakan sebagai tumbuhan penghijauan di daerah pantai serta peneduh kota,karena sifat daunnya yang rimbun dan rapat. Nah tidak ada salahnya sekarang kita menaruh satu buah bintaro di dalam rumah kita. Satu buah bintaro yang masih segar dapat mengusir tikus selama beberapa minggu. Satu buah bintaro setelah dipetik dapat bertahan selama satu bulan, selama itu rumah kita aman dari gangguan mickey alias tikus. Namun yang harus diperhatikan adalah masalah peletakan buah bintaro, harus memperhatikan keamanan dan jangkauan anak anak. Karena kalau orang dewasa saja terkena getahnya akan terasa gatal-gatal, untuk menghilangkan nya dapat segera dicuci dengan sabun.

Minggu, 10 Maret 2013

Penanganan Obat-obatan Bekas Pakai.

Anda peduli kesehatan...?? Dan
Anda sedang dalam perawatan dokter dengan minum obat dari resep dokter ...?? (seperti saya)

Kita berobat kerumah sakit / pelayanan kesehatan lainnya setelah kita pulang pasti diberikan obat yang telah diresepkan oleh dokter, ada obat pemakain luar dan obat pemakaian secara oral maupun anal. Namun setelah beberapa obat kita minum pasti ada obat yang tidak kita habiskan dengan alasan tertentu,entah sudah sembuh ataupun timbul alergi terhadap obat tertentu. Lain halnya kalau obat-obatan itu berupa antibiotik yang memang harus kita habiskan.
Nah mungkin menjadi pertanyaan apa pula maksud saya menuliskan tulisan ini ?.

Begini, setelah lama hampir 1 (satu) tahun ini saya di dalam kemasyarakatan dipercaya menjadi anggota Pengurus Tempat Pengolahan Sampah Terpadu menemukan ada orang yang mencari obat-obatan bekas entah untuk apa tujuan dan penggunaan obat-obat bekas pakai dan telah dibuang oleh warga, memang sih ada saja warga yang membuang obat di tempat sampah, walau tidak tentu setiap hari/seminggu/sebulan ada sampah obat dari warga. Disamping saya saat ini sedang dalam minum obat menjadi ingat lalu menulis info ini. Kalau menurut saya dan kalau boleh saya menghimbau, seperti postingan saya terdahulu "Hancurkan dan rusak botol kemasan baik air minum mineral maupun shampo,kecap dll, http://nikita-mylifemyhomeandmyblog.blogspot.com/2012/05/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html?m=1  dengan tujuan tidak di refill oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk diisi lagi dengan priduk aspal. Nah kalau masalah obat bekas dengan tidak berprasangka buruk terhadap suatu mata pencaharian seseorang maka hal sama juga saya anjurkan terhadap obat-obatan bekas pakai. Ada beberapa macam obat bekas pakai di tempat sampah :

1. Obat Cair Syirup/Salep , biarkan begitu adanya,namun jangan lupa label merk obat yang berisi nama dan pemakaian serta keterangan dari obat harus dirobek/dirusak sedikit namun Ingat jangan keluarkan isinya dan bercampur dengan sampah lain, karena Limbah bekas Obat merupakan kategori Limbah B3 (Barang Berbahaya).

2. Obat Racikan biasanya dibuat khusus (Kapsul/puyer sachetan) biarkan begitu adanya bersama kantong obatnya jangan dibuang tanpa pembungkus,karena Limbah bekas Obat merupakan kategori Limbah B3 (Barang Berbahaya). Karena kalau obat racikan tidak akan dicari oleh orang karena pastinya sulit mengetahui obat isi kandungan dan komposisinya.
3. Obat Dalam kemasan pembungkus Aluminium, nah obat inilah yang dicari oleh orang untuk diambil dan dijual lagi (entah tujuannya apa ? Kalau saya menebak akan dijual secara terpisah ke orang lain dengan tujuan meraup keuntungan, dan akhirnya diresepkan lagi (tehnologi sekarang sangat canggih hanya untuk sekedar  mencetak tanggal,kode produksi dan Exp date). Mudah mudahan anggapan saya salah,namun sebatas pengetahuan saya tiada lain pemanfaatan obat bekas pakai kalau tidak diresepkan/jual lagi ?????.

Akhirnya saran saya khusus obat yang terbungkus seperti lapisan aluminium foil sebaiknya dihancurkan tanpa membuka obatnya keluar (lama prosesnya) trus gimana caranya ? Ya digetok aja itu obat dari luar pembungkus aluminiumnya dengan benda keras tanpa harus merusak kemasanya, karena kalau rusak dapat mencemari sampah lainnya karena Limbah bekas Obat merupakan kategori Limbah B3 (Barang Berbahaya) , yang kita tidak tahu akan kandungan kimia dan efeknya. Nah kalau sudah hancur dalamnya obat, barulah kita buang ke tempat sampah dsn jangan lupa masukan dalam "Sampah Kering". Itulah kiranya beberapa tips/himbauan yang dapat saya bagikan, karena saya juga peminum setia obat resep dokter beberapa tahun ini terkait akan keluhan gangguan kesehatan yang saya alami dan menjadi pelajaran bagi saya sendiri dalam penanganan sampah obat belas pakai, dan betapa pentingnya sebuah obat dalam kita berikhtiar dalam kesembuan penyakit yang kita derita.
Info tambahan mungkin ga ada salahnya tetap waspada memeriksa kode &  tangga produksi serta Expired Date kadalaluarsa obat yang akan kita konsumsi.
Demikian saya tulis mudahmudahan bermanfaat bagi diri saya sendiri syukur-syukur untuk oranglain.

Kamis, 07 Februari 2013

Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (Reuse,Reduce,Recycle) dalam pengelolaan sampah pada sumbernya di tingkat masyarakat perumahan





Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Tumpukan sampah kerap menjadi masalah, di samping mengganggu keindahan, sampah juga menjadi sarang penyakit, bahkan kadang-kadang mengakibatkan banjir.Definisi sampah, sebagaimana yang tertulis dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2008, adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat.
Yang termasuk jenis sampah adalah sampah rumah tangga (tidak termasuk tinja), sampah sejenis sampah rumah tangga yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum dan fasilitas lainnya serta sampah spesifik. Yang terakhir ini adalah sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun dan limbah bahan berbahaya dan beracun,



Hampir di setiap Perumahan yang ada di Kota Bogor  selalu dihadapkan dengan permasalahan sampah. Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat telah menimbulkan bertambahnya  volume, jenis dan karakteristik  sampah yang semakin beragam yang harus dikelola.Di awal tahun 2012 Pemerintah Kota Bogor membangun 6 (enam) TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) di Kota Bogor dimana salah satunya dibangun di Perumahan Mutiara Bogor Raya Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor.

Pengelolaan Sampah Terpadu 3R berbasis masyarakat merupakan  paradigma baru dalam pengelolaan sampah. Paradigma baru tersebut lebih ditekankan kepada metoda pengurangan  sampah yang lebih arif dan ramah lingkungan. Metode tersebut lebih menekankan kepada tingkat perilaku konsumtif  dari  masyarakat serta kesadaran terhadap kerusakan lingkungan akibat bahan tidak terpakai lagi yang berbentuk sampah. Pengurangan sampah dengan  metoda 3R berbasis masyarakat lebih menekankan  kepada cara pengurangan  sampah yang dibuang oleh individu, rumah, atau kawasan seperti RT ataupun RW.

Konsep 3R adalah paradigma baru dalam pola konsumsi dan produksi  disemua tingkatan  dengan memberikan  prioritas tertinggi pada pengelolaan limbah yang berorientasi  pada pencegahan  timbulan  sampah, minimisasi limbah  dengan mendorong  barang  yang dapat digunakan lagi dan barang  yang dapat didekomposisi secara biologi (biodegradable) dan penerapan pembuangan limbah yang ramah
lingkungan. Pelaksanaan 3R tidak hanya menyangkut masalah sosial dalam rangka mendorong  perubahan  sikap dan pola pikir menuju terwujudnya masyarakat yang ramah lingkungan  dan berkelanjutan tetapi juga menyangkut pengaturan (manajemen) yang tepat dalam pelaksanaannya.
Prinsip pertama  Reduce adalah segala aktifitas yang mampu mengurangi dan mencegah timbulan sampah. Prinsip kedua  Reuse adalah kegiatan  penggunaan  kembali sampah yang layak pakai untuk  fungsi yang  sama  atau  yang lain. 
Prinsip ketiga Recyle adalah kegiatan mengelola sampah untuk dijadikan produk baru. Untuk mewujudkan konsep 3R salah satu cara penerapannya adalah melalui pengelolaan sampah  terpadu 3R berbasis masyarakat, yang diarahkan  kepada daur ulang  sampah (recycle). Hal ini dipertimbangkan sebagai upaya mengurangi sampah sejak dari sumbernya, karena  adanya potensi pemanfaatan sampah organik sebagai bahan baku kompos dan komponen non organik sebagai  bahan sekunder kegiatan industri seperti plastik, kertas, logam, gelas,dan lain-lain.



Prinsip dasar pengelolaan sampah yang ramah lingkungan mesti diawali oleh perubahan cara pandang dan perlakuan terhadap sampah. Paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir, sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru, yakni memandang sampah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan kembali, seperti pembuatan Kompos.

Salah satu cara menanggulangi timbulan sampah, kata dia, adalah dengan menerapkan prinsip 3R (Reuse-Reduce-Recycle), dan itu mesti dimulai dengan membangun kebiasaan memilah sampah. Namun mengajak masyarakat memilah sampah sangat sulit karena menyangkut kebiasaan, budaya, pemahaman dan ketidakpedulian sebagian masyarakat yang sangat rendah.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian di masyarakat maka perlu didirikan "Bank Sampah" karena  dikalangan masyarakat kita kalau sesuatu berhubungan dengan adanya keuntungan "Rupiah" maka masyarakat / warga akan semangat melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.




Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (Reuse,Reduce,Recycle) dalam pengelolaan sampah pada sumbernya di tingkat masyarakat. Pelaksanaan bank sampah pada prinsipnya adalah satu rekayasa sosial (social engineering) untuk mengajak masyarakat memilah sampah. Pelaksanaan bank sampah dapat
memberikan output nyata bagi masyarakat berupa kesempatan kerja dalam melaksanakan manajemen
operasi  bank sampah dan investasi dalam bentuk tabungan. Pembangunan bank sampah sebenarnya tidak dapat berdiri sendiri tetapi harus disertai integrasi dengan gerakan 3R secara menyeluruh di kalangan masyarakat.

Perumahan Mutiara Bogor Raya sudah hampir 1 (satu ) tahun ini mengelola sampahnya melalui TPST Mutiara, yang hanya baru bisa menghasilkan Kompos dan barang An Organik Layak Jual. Dengan secara perlahan dengan terus mengedukasi warganya akan selalu dan selalu memilah maka tak mungkin kedepannya Perumahan Mutiara Bogor Raya akan memiliki sebuah Bank Sampah, dimana dapat mengolah "Sampah" menjadi "Rupiah", Insya Allah, Amin.


Substansi pengelolaan sampah yang benar adalah mencegah timbulnya sampah, mengguna ulang sampah dan mendaur ulang sampah. Ini yang disebut Prinsip 3R. Jika prinsip ini dijalankan dengan konsisten maka akan mendatangkan out put nyata yakni mengurangi beban polutan, mendatangkan manfaat ekonomi dan menjadikan lingkungan bersih. Outcome yang langsung dirasakan masyarakat adalah kesehatan dan penghasilan.

Namun saat ini tingkat kesadaran dan  peran aktif masyarakat untuk melaksanakan program 3R terutama yang berkaitan dengan perubahan perilaku dan budaya memilah sampai sejak dari sumbernya adalah masih kurang dan belum berjalan optimal. Yang saat ini peran aktif masyarakatnya hanya "membayarkan sejumlah iuran" pengelolaan sampah yang dikelola oleh TPST untuk dapat memilah dan mengolah sampah warga dan serta kelembagaan TPST dan pembiayaan SDM para pengangkut sampah.


"Saat ini pelaksanaan prinsip Pengelolaan Sampah secara terpadu dengan Prinsip 3R belum menjadi budaya dan kebiasaan di Perumahan Mutiara Bogor Raya. Inilah tantangan yang harus diatasi oleh segenap warga Perumahan Mutiara Bogor Raya, Pengurus TPST dan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan".



Diolah dari TPST Mutiara Bogor Raya Katulampa Bogor Timur Kota Bogor



Rabu, 02 Mei 2012

Remas dan Hancurkan Kemasan Botol Plastik Limbah Rumah Anda.


Apakah yang terkenal dan menjadi momok yang menakutkan dikalangan Barang, produk dan karya di Indonesia, yakni barang tiruan atau asli tapi palsu . Barang tiruan jelas yang dirugikan adalah konsumen pengguna produk – produk tertentu baik produk barang konsumtif, perhiasan maupun barang industry serta suku cadang.

Kenapa Penulis disini menyebutkan istilah Asli tapi Palsu ?, Asli memang kemasannya asli dari bawaan produk itu sendiri, nah yang Palsu adalah isinya, karena bukan merupakan produksi si Aslinya. Biasanya barang-barang tersebut adalah kepunyaan merek-merek terkenal yang memang pelanggannya sudah banyak.

Penulis disini mencoba mengingatkan pembaca yang budiman, sebenarnya adanya barang asli tapi palsu alias tiruan disini sebenarnya bisa dicegah dan dihindari mulai dari diri kita sendiri, keluarga kita dan rumah kita.
Rumah adalah awal dari kehidupan dan aktifitas setiap manusia dan rumah pula adalah penyumbang sampah per harinya yang cukup besar dalam kehidupan manusia.

Banyak kejadian dan berita di beberapa media cetak , elekronik dan media online tentang beberapa kejadian adanya peredaran barang asli tapi palsu alias tiruan di masyarakat sebagai berikut :
1.             Air minum dalam kemasan
2.             Kecap/saos sambal/saos tomat/penyedap makan;
3.             Syirup.
4.             Shampo & Condisioner
5.             Sabun Mandi dan Cuci tangan Cair.
6.             Dll,  karena Saya yakin masih banyak barang asli tapi palsu yang tidak saya sebutkan satu persatu

Barang asli tapi palsu khususnya pada barang konsumtif yang beredar dimasyarakat memang sangat merugikan bagi konsumen, apalagi yang terkena dampaknya diri kita,keluarga dan kerabat. Kerugian yang jelas dari sisi kesehatan penggunanya, karena produk itu telah di buat ulang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab menyerupai produk aslinya untuk meraup keuntungan yang besar pada jaman yang serba kesusahan ini dengan modal yang tidak terlalu besar.

Modal tidak terlalu besar karena kemasan yang digunakan disini oleh produsen asli tapi palsu tersebut, menggunakan kemasan bekas pakai dari produsen aslinya. Kemasan bekas pakai inilah yang menjadi titik awal dari semua kepalsuan dan dapat meraup keuntungan yang menggiurkan bagi sebagian orang yang tidak bertanggung jawab.

Yakinlah ini merupakan penyimpangan dari prinsip pengolahan sampah dengan Sistem 3R ( Re-cycle,Reduce,Re-use),  Karena Re-use disini bukanlah tindakan yang menguntungkan namun merugikan konsumen dan merupakan pelanggaran hukum pidana

Biasanya pembuat barang asli tapi palsu mencari kemasan bekas pakai yang berlabel masih bersih, baik dan tidak cacat/rusak, tersebut di beberapa pengumpul/pengepul barang-barang rongsok, lalu dicuci dengan beberapa larutan kimia pembersih sehingga dapat di refill dengan produk tiruan serupa.

Apa yang dapat kita lakukan ?

Sebenarnya langkah kongkret/nyata yang dapat dilakukan di kalangan pribadi dan rumah tangga kita adalah :
a)                (Remas/Injak) Merusak dan menghancurkan kemasan produk konsumtif bekas pakai yang telah anda dan keluarga  gunakan sehari-hari dengan sedikit tenaga. Langkah ini dapat diterapkan pada kemasan produk konsumtif yang terbuat dari plastik ringan seperti Air minum dalam kemasan, Kecap/saos sambal/saos tomat/penyedap makan, dll . Sebelum Anda membuangnya ke tempat sampah.
b)       (Lubangi/Gunting) Merusak dan menghancurkan kemasan produk konsumtif bekas pakai yang telah anda dan keluarga  gunakan sehari-hari dengan sedikit tenaga dan alat tambahan seperti pisau dapur dan benda tajam lainnya. Langkah ini dapat diterapkan pada kemasan produk konsumtif yang terbuat dari plastik yang agak keras seperti Shampo & Condisioner,detergent cair,pewangi pakaian dll. Sebelum Anda membuangnya ke tempat sampah.


“Mudah-mudahan tulisan ini yang merupakan anjuran dan ajakan bagi kita semua sehingga dapat bermanfaat bagi kita sebagai konsumen. Dan mudah-mudahan tulisan ini juga merugikan bagi produsen barang Asli Tapi Palsu karena stok kemasan yang baik dan tidak cacat,  sudah mulai susah didapat.”……………(Nikita Perihandono)

Senin, 19 Maret 2012

Bahaya Sampah Plastik Bagi Lingkungan Perumahan.

 




Plastik adalah salah satu benda yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat sehari – hari. Penggunaan plastik terutama sebagai media untuk membawa produk sangat lazim digunakan oleh masyarakat baik untuk membawa produk makanan dan minuman, pakaian, alat elektronik, peralatan rumah tangga, dsb. Di Indonesia bisa membawa minimal lima kantong plastik untuk membawa beragam barang belanjaan. Fenomena ini terjadi bukan hanya di negara kita tercinta Indonesia saja tetapi juga dilakukan oleh masyarakat di Perumahan Mutiara Bogor Raya.
Gaya hidup yang tidak bersahabat dengan alam, sehingga akan menimbulkan banyak sampah dengan begitu pencemaran pun tak terhindarkan. Baik pencemaran tanah, air maupun udara. Sampah merupakan masalah yang tak akan ada habisnya, karena selama kehidupan ini masih ada. Maka sampah pasti akan selalu diproduksi. Produksi sampah sebanding dengan bertambahnya jumlah penduduk. Semakin bertambah banyak jumlah penduduk, semakin meningkatlah produksi sampah.
Berdasarkan data dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dengan konsep R3 (TPST-3R) Perumahan Mutiara Bogor Raya, bulan Januari-Februari 2012, sampah kantong plastik (Kantong kresek, PP,HD dan PE) yang dibuang sampai ke TPST adalah sebesar ± 500 kg (Setengah Ton) dalam dua minggu data bulan Januari 2012. Berarti dalam 1 (satu) harinya Perumahan Mutiara Bogor Raya ini memproduksi atau membuang sampah kantong plastik sebesar ± 35,7 kg/hr.
Ada banyak pertanyaan yang muncul dari masyarakat awam yang belum mengerti akan bahaya dari sampah plastik yang tidak didaur ulang dengan proses yang benar. Berikut adalah beberapa alasan mengapa masyarakat perlu untuk membatasi penggunaan dari kantong plastik yaitu (BBC News, 2008):
§  Kantong plastik adalah salah satu bagian terbesar dari sampah yang memenuhi daratan dimana kondisi dari kantong plastik yang ringan tersebut sehingga memudahkan untuk terbang kemana – mana dan dengan mudah dapat kita temukan sampah kantong plastik yang berserakan baik di fasilitas umum, fasilitas niaga, maupun komplek perumahan yang dapat menyebabkan banjir dan menimbulkan penyakit dari lingkungan yang kotor.
§  Kantong plastik terbuat dari bahan yang tidak dapat diuraikan secara alami dengan cepat yaitu minyak bumi. Konsumsi plastik dalam jumlah besar tentunya juga berdampak pada konsumsi minyak bumi dan berujung pada semakin menipisnya cadangan minyak bumi dunia.
§  Selain itu plastik sangat membahayakan bagi lingkungan dimana plastik yang terbakar akan menciptakan polusi udara sedangkan plastik yang terbuat dari bahan polythene membutuhkan waktu sekitar 1.000 tahun untuk dapat diuraikan secara alamiah di tanah dan membutuhkan waktu sekitar 450 tahun untuk dapat diuraikan di air.
§  Apabila sampah plastik dapat terurai sekalipun maka partikel dari plastik tersebut tetap akan mencemari air dan tanah. Hal yang sangat terbalik dengan sampah organik yang dapat dengan mudah terurai dalam periode waktu 2 – 3 minggu.
§  Kantong plastik yang terdapat di air dapat membunuh kehidupan mamalia air dan juga burung yang mencari makan di permukaan air. Menurut para pakar lingkungan, diperkirakan terdapat 100.000 hewan mamalia air yang meninggal setiap tahun karena menelan sampah plastik di samudra Pasifik Utara.
§  Hal yang sama juga dapat terjadi di daratan, dimana kantong plastik juga dapat secara tidak sengaja termakan oleh hewan di darat dan meninggal karena tidak dapat mencerna plastik tersebut.
§  Secara jelas tidak terdapat pasar untuk produk hasil daur ulang plastik sehingga sedikit sekali organisasi yang bersedia untuk melakukan daur ulang atas sampah plastik yang ada karena tidak memiliki nilai tambah.
§  Meskipun banyak usaha ritel seperti supermarket yang menerima kembali dan memberikan kompensasi atas pengembalian kantong plastik atau botol plastik tetapi hanya sedikit yang melakukan daur ulang atas produk plastik tersebut.
Selain plastik kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan “styrofoam” juga berisiko melepaskan bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan. Monomer styrene yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas bila bereaksi dengan makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol dalam keadaan panas. Meskipun bila residunya kecil tidak berbahaya.
Berikut kami sampaikan pembagian dasar pembuatan dari plastic dan penggunaannya yang benar sesuai anjuran pemakaiannya, jadi untuk warga perumahan Mutiara Bogor Raya agar lebih memahami dan sebagai acuan, karena ini penting dimana penggunaan harus sesuai dengan dasar dari pembuat plastic itu, seperti yang telah dianjurkan oleh Pemerintah. Secara umum, kemasan plastik diberikan label-label sebagai berikut:
  1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) dengan berlabel angka 01 dalam segitiga biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral. Botol-botol dengan bahan ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan dipakai untuk menyimpan air hangat apalagi panas.
  2. HDPE (high density polyethylene) berlabel angka 02 dalam segitiga biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
  3. V atau PVC (polyvinyl chloride) berlabel angka 03 dalam segitiga adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
  4. LDPE (low density polyethylene) berlabel angka 04 dalam segitiga biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan berkode ini dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang ini bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
  5. PP (polypropylene) berlabel angka 05 dalam segitiga adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik botol ini transparan yang tidak jernih atau berawan.
  6. PS (polystyrene) berlabel angka 06 dalam segitiga biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
  7. Other (biasanya polycarbonate) berlabel angka 07 dalam segitiga bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon.
Kemasan plastik yang paling banyak dan paling aman digunakan adalah yang terbuat dari polyethylene (PE) dan polyprophylene (PP) yang dilabeli terkadang juga dilabeli dengan gambar gelas dan garpu atau ada tulisan `untuk makanan` atau `for food use`.
Nah mulai sekarang kita harus mencoba disiplin dan harus lebih cermat dalam penggunaan plastic untuk keperluan sehari-hari, dengan cara :
1.         Kalau mau mewadahi makanan siap santap dengan plastik kresek sebaiknya dilapisi dulu dengan bahan yang aman seperti daun atau kertas.
2.         Tertib dalam pemakaian berbahan Plastik untuk penggunaan tertentu (lihat diatas)
3.         Jangan menggunakan sembarang tempat air minum/bekal makanan (periksa di bagian bawahnya,lalu cek  lihat uraian diatas)
4.         Jangan menggunakan keemasan bekas pakai untuk digunakan secara berulang ( Bekas air mineral digunakan kembali secara berulang, bahkan berhari-hari untuk bekal minuman anak/kita).
5.         Mulai mencoba mengurangi tas kantong plastic dengan Tas Kain.