Halaman

Sabtu, 01 Oktober 2011

Jejaring Sosial suatu manfaat, keburukan dan sesuatu yang harus disadari. (Social Networking an advantage, ugliness and something that must be realized)

Jejaring Sosial seolah menjadi sebuah kata ‘penting’ yang mulai sering didengungkan dalam berbagai kesempatan, secara formal dan informal, disebutkan oleh para pakar dan orang awam. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan Jejaring Sosial itu? Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, tentu saja Jejaring Sosial itu adalah Media Sosial – sebuah tempat untuk melakukan aktifitas bersosialisasi – berbaur dan bergabung dengan orang lain.
Kata Jejaring Sosial menjadi populer ketika Facebook dan Twitter mulai dikenal oleh kalangan pengguna Internet, hal ini yang kemudian membuat Jejaring Sosial dan Internet menjadi tidak terpisahkan. Tidak heran, jika mendengar kata Jejaring Sosial maka pikiran orang orang tentu akan langsung tertuju pada Internet – Facebook, Twitter, Blogging dan semua fasilitas fasilitas lainnya yang menjembatani hubungan dan interaksi antar manusia.
Di Indonesia sendiri, kegiatan ber-Jejaring Sosial sebenarnya telah ada sejak lama – dengan bermunculannya berbagai macam forum diskusi berbasis web seperti KasKus misalnya, hanya saja demam Jejaring Sosial mulai terasa ketika sebuah situs pertemanan bernama Friendster mulai naik daun – saat itu banyak orang mulai merasa sangat penting untuk menampilkan sosok dirinya untuk dikenal orang lain.
Wabah Jejaring Sosial semakin menjadi jadi ketika Facebook mulai dikenal oleh masyarakat dunia – Facebook seolah menjadi wajib hukumnya bagi seseorang yang berkelana di Internet – tidak memandang umur tua dan muda, profesi pekerjaan dan lain lain – seolah merasa kurang lengkap jika bisa mengakses Internet tapi tidak memiliki account Facebook. Akses Facebook semakin mudah karena didukung dengan perkembangan teknologi dan kemudahan akses Internet – sekarang tidak perlu lagi sebuah personal komputer untuk mengakses Facebook – perkembangan teknologi mobile device yang bernama Handphone seseorang telah bisa bertemu dan berdiskusi dengan orang lain, bertemu dengan teman teman baru dan juga teman teman lama yang telah lama berpisah.
Manfaat Jejaring Sosial
Kita bisa membuat sebuah daftar yang panjang jika berbicara tentang manfaat Jejaring Sosial. Tapi satu hal yang paling penting adalah, dengan adanya Jejaring Sosial maka sebuah informasi bisa disampaikan dan tersebar dengan cepat. Jejaring Sosial juga bisa menjadi sebuah tempat untuk proses pembelajaran bagi para penggunanya.
Bahkan yang sedang menjadi ‘trend topik’ saat ini adalah – Jejaring Sosial bisa menjadi sebuah alat untuk membentuk dan memperkenalkan personal brand dan juga business brand yang dimiliki kepada orang lain. Para individu dan juga badan badan bisnis mulai melirik Jejaring Sosial sebagai sebuah kesempatan emas yang murah meriah untuk memperkenalkan ‘sesuatu’ kepada orang lain – mereka para individu mulai giat memperkenalkan apa dan siapa diri mereka kepda orang lain baik itu untuk tujuan pertemanan dan juga untuk tujuan yang bersifat profesional – sedangkan mereka para pengusaha juga mulai giat untuk ber-Jejaring Sosial guna memperkenalkan dan menawarkan jasa atau produk yang mereka miliki kepada para calon konsumen atau calon pembeli.
Tapi tentu saja tidak adil jika hanya bicara tentang keuntungan dari Jejaring Sosial, karena bagaikan pedang bermata dua – Jejaring Sosial juga memiliki efek samping yang bisa merugikan.
Keburukan Jejaring Sosial
Twitter, Facebook dan situs situs Jejaring Sosial lainnya bisa dikatakan sebagai sebuah tempat di mana setiap orang BEBAS untuk melakukan apa saja yang dikehendakinya.
Berbicara tentang sebuah kebebasan, seringkali para pengguna Jejaring Sosial terjebak dalamnya dan bagi mereka yang kurang pandai untuk menggunakannya malah sering dirugikan olehnya.
Banyak orang salah kaprah dalam menggunakan Jejaring Sosial, mereka menganggap Jejaring Sosial adalah sebuah tempat di mana mereka bisa mengeluarkan pendapat dan informasi APA SAJA – sebagian besar orang menjadikan Jejaring Sosial bagaikan sebuah diary atau buku harian pribadi – di mana mereka bebas melemparkan semua permasalahan hidup yang seharusnya tidak boleh diketahui orang lain, hal ini terkadang bisa berakibat fatal bagi diri sendiri karena ada ‘oknum’ tidak bertanggung jawab yang kemudian mengambil keuntungan pribadi dari permasalahan hidup orang lain. Mungkin anda masih ingat kasus penipuan dan juga penculikan yang terjadi akibat penggunaan Facebook beberapa waktu lalu?
Sesuatu Yang Harus Disadari
Sadar atau tidak, Internet sebagai Jejaring Sosial telah menjadi sebuah ‘dunia bayangan’ yang hampir mirip dengan dunia yang kita tempati dalam kehidupan sehari hari. Saat ini di Internet kita bisa melakukan berbagai hal yang dulu mungkin hanya bisa dilakukan dalam dunia nyata – di Internet kita bisa berkenalan dengan orang orang baru, berdiskusi dan bertukar informasi, menghadiri seminar atau webinar, berbisnis atau bertransaksi jual beli dan lain lain.
Sadar atau tidak, bahwa kita semua sebenarnya membawa semua ‘nilai’ yang ada di dalam diri sendiri ketika ‘hanyut’ dalam Jejaring Sosial. Saat ini seseorang tidak perlu lagi harus bertatap muka dengan diri kita jika hanya sekedar untuk menilai apa dan bagaimana kepribadian yang ada pada diri kita – Ya! Hanya cukup dengan memperhatikan apa yang kita lakukan di dalam Jejaring Sosial seseorang telah bisa langsung menilai apa dan bagaimana sebenarnya diri kita.

Mungkin akan sedikit lucu ceritanya “Sebuah kekurangan diri yang ingin kita perbaiki dalam kehidupan sehari hari, malah kita rusak dan pertontonkan habis habisan di Jejaring Sosial”

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Jejaring sosial bisa bisnis juga lho bro......

asaz mengatakan...

jejaring social bisa macam macam orang ada yng serius, ada yng iseng ada yng bisnis misal online shop, ada yng cari jodoh dst.,...

imam hadi kusuma mengatakan...

lagi lagi ketemu sama pak asaz...sampean ngeksis juga ya pak ? :P

Nikita mengatakan...

Terima kasih sudah berkenan bertamu,.....