Halaman

Tampilkan postingan dengan label Social. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Social. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Februari 2013

Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (Reuse,Reduce,Recycle) dalam pengelolaan sampah pada sumbernya di tingkat masyarakat perumahan





Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Tumpukan sampah kerap menjadi masalah, di samping mengganggu keindahan, sampah juga menjadi sarang penyakit, bahkan kadang-kadang mengakibatkan banjir.Definisi sampah, sebagaimana yang tertulis dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2008, adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat.
Yang termasuk jenis sampah adalah sampah rumah tangga (tidak termasuk tinja), sampah sejenis sampah rumah tangga yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum dan fasilitas lainnya serta sampah spesifik. Yang terakhir ini adalah sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun dan limbah bahan berbahaya dan beracun,



Hampir di setiap Perumahan yang ada di Kota Bogor  selalu dihadapkan dengan permasalahan sampah. Pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat telah menimbulkan bertambahnya  volume, jenis dan karakteristik  sampah yang semakin beragam yang harus dikelola.Di awal tahun 2012 Pemerintah Kota Bogor membangun 6 (enam) TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) di Kota Bogor dimana salah satunya dibangun di Perumahan Mutiara Bogor Raya Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor.

Pengelolaan Sampah Terpadu 3R berbasis masyarakat merupakan  paradigma baru dalam pengelolaan sampah. Paradigma baru tersebut lebih ditekankan kepada metoda pengurangan  sampah yang lebih arif dan ramah lingkungan. Metode tersebut lebih menekankan kepada tingkat perilaku konsumtif  dari  masyarakat serta kesadaran terhadap kerusakan lingkungan akibat bahan tidak terpakai lagi yang berbentuk sampah. Pengurangan sampah dengan  metoda 3R berbasis masyarakat lebih menekankan  kepada cara pengurangan  sampah yang dibuang oleh individu, rumah, atau kawasan seperti RT ataupun RW.

Konsep 3R adalah paradigma baru dalam pola konsumsi dan produksi  disemua tingkatan  dengan memberikan  prioritas tertinggi pada pengelolaan limbah yang berorientasi  pada pencegahan  timbulan  sampah, minimisasi limbah  dengan mendorong  barang  yang dapat digunakan lagi dan barang  yang dapat didekomposisi secara biologi (biodegradable) dan penerapan pembuangan limbah yang ramah
lingkungan. Pelaksanaan 3R tidak hanya menyangkut masalah sosial dalam rangka mendorong  perubahan  sikap dan pola pikir menuju terwujudnya masyarakat yang ramah lingkungan  dan berkelanjutan tetapi juga menyangkut pengaturan (manajemen) yang tepat dalam pelaksanaannya.
Prinsip pertama  Reduce adalah segala aktifitas yang mampu mengurangi dan mencegah timbulan sampah. Prinsip kedua  Reuse adalah kegiatan  penggunaan  kembali sampah yang layak pakai untuk  fungsi yang  sama  atau  yang lain. 
Prinsip ketiga Recyle adalah kegiatan mengelola sampah untuk dijadikan produk baru. Untuk mewujudkan konsep 3R salah satu cara penerapannya adalah melalui pengelolaan sampah  terpadu 3R berbasis masyarakat, yang diarahkan  kepada daur ulang  sampah (recycle). Hal ini dipertimbangkan sebagai upaya mengurangi sampah sejak dari sumbernya, karena  adanya potensi pemanfaatan sampah organik sebagai bahan baku kompos dan komponen non organik sebagai  bahan sekunder kegiatan industri seperti plastik, kertas, logam, gelas,dan lain-lain.



Prinsip dasar pengelolaan sampah yang ramah lingkungan mesti diawali oleh perubahan cara pandang dan perlakuan terhadap sampah. Paradigma pengelolaan sampah yang bertumpu pada pendekatan akhir, sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru, yakni memandang sampah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan kembali, seperti pembuatan Kompos.

Salah satu cara menanggulangi timbulan sampah, kata dia, adalah dengan menerapkan prinsip 3R (Reuse-Reduce-Recycle), dan itu mesti dimulai dengan membangun kebiasaan memilah sampah. Namun mengajak masyarakat memilah sampah sangat sulit karena menyangkut kebiasaan, budaya, pemahaman dan ketidakpedulian sebagian masyarakat yang sangat rendah.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian di masyarakat maka perlu didirikan "Bank Sampah" karena  dikalangan masyarakat kita kalau sesuatu berhubungan dengan adanya keuntungan "Rupiah" maka masyarakat / warga akan semangat melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.




Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (Reuse,Reduce,Recycle) dalam pengelolaan sampah pada sumbernya di tingkat masyarakat. Pelaksanaan bank sampah pada prinsipnya adalah satu rekayasa sosial (social engineering) untuk mengajak masyarakat memilah sampah. Pelaksanaan bank sampah dapat
memberikan output nyata bagi masyarakat berupa kesempatan kerja dalam melaksanakan manajemen
operasi  bank sampah dan investasi dalam bentuk tabungan. Pembangunan bank sampah sebenarnya tidak dapat berdiri sendiri tetapi harus disertai integrasi dengan gerakan 3R secara menyeluruh di kalangan masyarakat.

Perumahan Mutiara Bogor Raya sudah hampir 1 (satu ) tahun ini mengelola sampahnya melalui TPST Mutiara, yang hanya baru bisa menghasilkan Kompos dan barang An Organik Layak Jual. Dengan secara perlahan dengan terus mengedukasi warganya akan selalu dan selalu memilah maka tak mungkin kedepannya Perumahan Mutiara Bogor Raya akan memiliki sebuah Bank Sampah, dimana dapat mengolah "Sampah" menjadi "Rupiah", Insya Allah, Amin.


Substansi pengelolaan sampah yang benar adalah mencegah timbulnya sampah, mengguna ulang sampah dan mendaur ulang sampah. Ini yang disebut Prinsip 3R. Jika prinsip ini dijalankan dengan konsisten maka akan mendatangkan out put nyata yakni mengurangi beban polutan, mendatangkan manfaat ekonomi dan menjadikan lingkungan bersih. Outcome yang langsung dirasakan masyarakat adalah kesehatan dan penghasilan.

Namun saat ini tingkat kesadaran dan  peran aktif masyarakat untuk melaksanakan program 3R terutama yang berkaitan dengan perubahan perilaku dan budaya memilah sampai sejak dari sumbernya adalah masih kurang dan belum berjalan optimal. Yang saat ini peran aktif masyarakatnya hanya "membayarkan sejumlah iuran" pengelolaan sampah yang dikelola oleh TPST untuk dapat memilah dan mengolah sampah warga dan serta kelembagaan TPST dan pembiayaan SDM para pengangkut sampah.


"Saat ini pelaksanaan prinsip Pengelolaan Sampah secara terpadu dengan Prinsip 3R belum menjadi budaya dan kebiasaan di Perumahan Mutiara Bogor Raya. Inilah tantangan yang harus diatasi oleh segenap warga Perumahan Mutiara Bogor Raya, Pengurus TPST dan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan".



Diolah dari TPST Mutiara Bogor Raya Katulampa Bogor Timur Kota Bogor



Selasa, 10 April 2012

Yang Perlu Diketahui Orang Tua, Dalam Berinternet Sehat Bagi Anak-anak Dan Remaja

Pernah bertanya-tanya apa yang dicari anak Anda saat online? Bukan tentang pemanasan global. Bahkan, karena anak-anak menggunakan mesin pencari seperti Google untuk menjelajah, kata kunci pencarian online mereka mungkin tidak muncul saat Anda memeriksa histori browser mereka. Jadi bagaimana Anda dapat mengelola apa yang tidak dapat Anda lihat?

Konektivitas online telah memberi anak-anak akses informasi dan hiburan dengan tingkatan yang belum pernah ada sebelumnya. Mereka hidup dalam budaya di mana terhubung ke Internet dapat terjadi sepanjang hari dan sepanjang minggu. Untuk menemukan sesuatu mereka tinggal melakukan pencarian dan hasilnya akan segera didapat — kadang tanpa tersaring dan sangat tidak sesuai usia. Orang tua harus memperluas pengasuhannya hingga mencakup kehidupan online anak-anak dan mengetahui Rambu-rambu Jalannya. Kita harus mengajari anak-anak cara menggunakan teknologi canggih yang ada di ujung jari mereka secara bertanggung jawab. Panduan berikut akan membantu:

Untuk Anak usia di bawah 7 Tahun

Pertimbangkan menggunakan filter atau program yang membatasi akses Internet.
Pastikan Anda menggunakan pengaturan pencarian yang paling aman. Blokir kata-kata yang Anda tidak ingin dicari oleh anak-anak — seperti "seks" dan "porno" ("boobs" dan "boobies" juga masuk dalam 100 teratas).
Dampingi saat anak online, dan ketahui situs yang mereka tuju — terutama YouTube yang memuat konten bagus dan juga tidak terlalu bagus.
Pilih situs yang sesuai-usia: Gunakan sumber daya independen — seperti milik kami di Common Sense Media — untuk membantu menemukan situs yang menghibur sekaligus sesuai-usia. Pastikan Anda memilih situs yang dikunjungi anak Anda.
Ajari anak Anda dasar-dasar perilaku berinternet yang aman. Semakin dini mereka tahu cara mencari di internet yang aman, semakin baik. Anak-anak membangun kebiasaan yang akan bertahan seumur hidup sejak dini. Ikuti panduan cerdas dan sederhana ini.

Untuk anak usia 7 hingga 10 tahun

Jelaskan bahwa pencarian di Internet dapat mendatangkan risiko. Adalah sangat lazim bagi anak usia 8 tahun untuk penasaran tentang tubuh manusia dan fakta-fakta kehidupan. Namun ruang cyber tidak membedakan antara "rasa penasaran" anak usia 8 tahun dengan "rasa penasaran" orang usia 28 tahun. Anak Anda bisa jadi dibawa untuk menelusuri seks dan pornografi. Cara terbaik untuk mengelola hal ini adalah dengan memastikan bahwa browser diatur ke mode “pencarian aman” (safe search) dan selalu membuka saluran komunikasi antara Anda dan anak Anda. Anda harus membuat mereka merasa nyaman untuk bertanya kepada Anda jika menemukan sesuatu yang mengganggu. Sekalipun Anda tergoda untuk marah dengan apa yang mereka temukan, namun lebih baik jika mereka mendapatkan nasihat dari Anda dibanding mencoba memahami sendiri sesuatu yang mengganggu.
Tempatkan komputer di lokasi yang sentral. Anak-anak usia 8 tahun tidak memerlukan koneksi nirkabel di kamarnya. Jika dia seperti anak pada umumnya, dia juga akan mencari informasi tentang seks.
Bicarakan perbedaan konten legal dan ilegal: Anak mungkin berpikir mereka dapat men-download film, permainan, atau musik favoritnya secara gratis dari jaringan berbagi file peer-to-peer, namun hal ini tidaklah benar-benar gratis. Banyak dari item ini yang dilindungi hak cipta, yang berarti Anda men-download konten ilegal. Dan hasil download ini mungkin membawa spyware dan malware yang cepat atau lambat akan merusak komputer Anda.
Ajarkan dasar-dasar privasi dan perilaku yang baik di dunia online dan jejaring sosial. Banyak anak memulai dengan situs jejaring sosial yang mempunyai kontrol khusus untuk melindungi mereka. Namun, mereka cepat beralih ke jejaring sosial lain yang kurang begitu mengontrol apa yang dapat mereka katakan dan jenis informasi yang dapat dibagi. CBeebies adalah contoh yang bagus.
Bicarakan tentang pelecehan cyber. Ini bagian mengerikan namun sangat nyata dalam kehidupan online. Pastikan Anda tahu cara membantu anak melindungi dirinya sendiri.
Untuk Pra-remaja (11–12 tahun)
Bicarakan pentingnya melindungi privasi dan reputasi online. Pada usia ini anak benar-benar mulai beraktivitas online, jadi mereka perlu memahami apa saja yang aman dan sesuai untuk di-posting. Anak-anak tidak menyadari bahwa kehidupan sosial online mereka tersaji tidak hanya di hadapan teman-temannya. Ada audiens online tak terlihat yang sangat luas. Dan apa saja yang mereka pasang secara online dapat bertahan selamanya.
Bicarakan tentang pornografi. Seberapa banyak rincian yang Anda bahas terserah Anda. Namun mengabaikannya berarti membiarkan anak mencoba memahaminya sendiri. Jelaskan nilai-nilai Anda tentang seks dan kemesraan, dan bedakan kedua hal itu dari apa yang dapat anak temukan di situs pornografi amatir dan profesional.
Lihat permainan yang mereka mainkan. Ada banyak permainan yang sangat penuh kekerasan dan dapat ditumpangi spyware dan malware.
Tetapkan aturan tentang men-download musik. Tidak boleh melakukan download ilegal. Titik.
Pastikan anak dapat mengetahui apakah sebuah situs dapat dipercaya atau tidak. Suruh mereka mengajukan pertanyaan dasar: Siapa di belakang situs itu? Apa tujuan situs itu? Bagaimana saya tahu bila informasinya akurat?
Ingatkan mereka bahwa mencontek lewat Internet (seperti mengambil satu paragraf lengkap dari sebuah situs web ke makalah penelitian) tetaplah mencontek.

Bagi Remaja

Pelajari tentang Facebook. Situs ini adalah pusat kehidupan sosial online anak-anak. Pastikan anak mengatur pengaturan privasinya dan benar-benar memahami bahwa apa saja yang mereka posting dapat disalin, ditempel dan dikirim ke ribuan orang dalam sekejap. Bantu mereka melindungi privasi dan reputasinya.
Bicarakan lagi tentang pornografi. Rasa penasaran soal seks adalah normal bagi remaja. Pornografi adalah sesuatu yang lain sama sekali. Setiap keluarga mempunyai sikap sendiri-sendiri terkait seksualitas, namun tidak ada pornografi yang sesuai-usia untuk anak-anak. Anak-anak akan tetap melihatnya. Orang tualah yang berperan untuk membantu mereka memahami apa yang mereka lihat.
Tetapkan aturan pencarian online. Setiap keluarga mempunyai toleransi sendiri-sendiri. Namun umumnya remaja memerlukan kebebasan mencari secara online untuk keperluan tugas sekolah mereka. Mereka juga sering melakukan pencarian online saat orang tua tidak ada karena mereka akan lebih bebas.
Dan yang paling penting, bahas Rambu-rambu Jalannya. Karena masalah terbesar yang muncul adalah konten yang tidak sesuai, komunikasi yang tidak pantas, perlindungan privasi, dan download yang tidak aman, bicarakan dengan anak Anda rambu-rambu Anda untuk setiap area.

Selasa, 28 Februari 2012

Media Sosial dan Gadget Pengaruhnya Bagi Anak-anak dan Remaja Kita.

Pemandangan seperti ini sudah biasa :
1.       Satu keluarga duduk bersama di restoran cepat saji,tempat rekreasi,tempat hiburan sambil menikmati hari akhir pekannya tetapi masing-masing hampir tidak ada komunikasi verbal diantara mereka. Mereka masing-masing sibuk sendiri dengan Gadgetnya berselancar di dunia maya dengan Gadgetnya, ada yang BBMan,Game Online, YM,FB,Tweet dll.
2.       Orang tua di rumah, di sekolahan anak,di tempat bermain yang intinya orang tua sedang beraktifitas menjaga anak-anaknya bermain/memberi  makan anaknya sambil asyik bermain dengan Gadgetnya , ada yang BBMan,Game Online, YM,FB,Tweet dll, Ehhhh….anaknya jatuh/ketabrak motor (Parah), baru sadar, akhirnya anaknya tidak selesai-selesai makanya, Ha……ha….ha….
3.       Kumpulan Anak-anak,remaja sedang berkumpul ria baik disekolah, ditaman kota,dipinggir jalan,dicafe,restoran cepat saji dll, tidak ada komunikasi verbal diantara mereka Mereka masing-masing sibuk sendiri dengan Gadgetnya berselancar di dunia maya dengan Gadgetnya, ada yang BBMan,Game Online, YM,FB,Tweet dll.
4.       Kecelakaan, akibat mendengarkan dari gadgetnya pada saat dan volume yang tidak tepat, misalkan ketabrak kereta,kendaraan lain,. Dan bisa juga pada saat menggunakan Gadget pada saat dan kondisi yang tidak tepat misalnya tabrakan lalu lintas

Dalam kemajuan era teknologi saat ini keadaan tersebut diatas memang kerap kali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari di daerah perkotaan maupun sub urban di hamper kota-kota besar di Indonesia, apalagi dengan ditunjang kemajuan perangkat keras dan lunak (Gadget) saat ini yang memudahkan seseorang untuk berselancar di dunia maya, dunia tanpa batas ini.

Pengaruh Buruk Media social dan Gadget bagi anak anak dan remaja adalah antara lain :

1.       Anak-anak atau remaja yang kita sayangi  menjadi lebih Narsis (Orang-orang yang terpesona atau terobsesi secara berlebihan dengan diri sendiri). Dalam Mbah Wikipedia Narsisisme (dari bahasa Inggris) atau narsisme (dari bahasa Belanda) adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist). Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narkissos (versi bahasa Latin: Narcissus),
2.       Anak-anak atau remaja yang kita sayangi  lebih banyak curhat isi perasaan yang terjadi pada dirinya kepada jejaring social ketimbang kepada kita orang-orang tuanya. Ya maklum kedua orang tuanya sibuk kerja mencari nafkah atau  Ibunya dirumah gaul dan eksis dengan teman sekolahnya/tetangganya, bahkan lebih parahnya Orangtuanya juga sibuk dengan Gadgetnya berselancar didunia maya.
3.       Anak-anak atau remaja yang kita sayangi   menjadi terasing di dilingkungannya akibat orang tuanya sibuk dan Eksis dan Gaul, akhirnya mereka lebih nyaman didunia maya.Mereka gemar mengurung diri dalam kamar dengan Gadgetnya dan  gemar ke warnet.
4.       Anak-anak atau remaja yang kita sayangi , lebih mudah terjangkit rasa cemas berlebihan,depresi dan kelainan psikologis.
5.       Yang jelas Anak-anak atau remaja yang kita sayangi  nilainya lebih rendah, prestasinya turun naik seperti Bursa Saham.

Pengaruh Positif  Media social dan Gadget bagi anak anak dan remaja adalah antara lain :

1.       Anak-anak atau remaja yang kita sayangi akan memilki rasa Virtual emphaty  yang cukup besar di dunia maya kepada rekan-rekannya didalam jejaring social media yang mereka ikuti. Sekedar mengucapkan selamat ultah,saling nasihati di kala mereka Galau.
2.       Anak-anak atau remaja yang kita sayangi yang memilki sifat tertutup/malu-malu/susah bergaul, menjadi belajar bersosialisasi bersembunyi dibalik Gadget mereka di dunia maya;
3.       Alat / media komunikasi bagi para guru-guru untuk berhubungan dengan para mudridnya.

Keadaan ini membuat Orang tua masa kini menjadi sangat kuatir, dan wajar kekuatirannya itu, ditambah berita-berita miring belakangan ini, akibat dari jejaring social media saat ini. Seperti Penculikan, penjualan anak, seks dunia maya,pergaulan bebas yang semua itu berawal dari jejaring social saat ini.
Orang Tua yang melahirkan anaknya di era saat ini banyak dituntut untuk mengerti dan mengikuti perkembangan jaman termasuk didalamnya perkembangan di dunia maya dan perkembangan dari kemajuan perangkat keras (Gadget) didalam Wikipedia Gadget adalah Gawai[1] atau acang[2] (Bahasa Inggris: Gadget) adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis spesifik yang berguna yang umumnya diberikan terhadap sesuatu yang baru. Gawai dianggap dirancang secara berbeda dan lebih canggih dibandingkan teknologi normal yang ada pada saat penciptaannya.

Lebih Parahnya ada orang tua sekarang yang GapTek (Gagap Teknologi) Julukan anak sekarang bagi yang tidak adaptif terhadap kemajuan jaman.  Sama sekali Ga tau apa itu Facebook,Twitter,BBMan,YM,Mig32,dll, Lebih Parah !!!!!!
Apa yang Harus Kita Lakukan sebagai Orang Tua ?
1.       Orang tua jangan Gaptek Belajar dan belajar, saat ini kemajuan teknologi IT sangat pesat, lebih banyak Tanya dan belum tentu harus memiliki untuk mengetahui lebih dekat;
2.       Jangan terlalu cepat membelikan Gadget yang bagus dengan fasilitas OK, sesuaikan dengan Umur dan tingkatan sekolah dan kebutuhan,  bukan Kantong Orang tuanya mampu.
3.       Selalu Periksa secara rutin kegiatan akun-akun pribadinya di dunia maya, jgn biarkan mereka curhat ke orang yang salah !;
4.       Selalu Periksa Log/Hystory secara rutin dari pemakaian Gadgetnya ( Makanya belajar tuh Pak…Bu…sama tetangga terdekat);
5.       Komunikasi Orang tua dengan anak lebih di intensifkan. Pendapat orang pintar dengan perbandingan 1 : 5, Bicara dengan anak kita 1 menit, Kita mendengarkan cerita/pendapat anak 5 menit.

Demikian mungkin cukup membantu.

Selasa, 17 Januari 2012

Ketika Rakyat Harus Memilih Solusi Bahan Bakar Minyak 1 April 2012…..




Masyarakat saat ini sedang memikirkan adanya keputusan dari Pemerintah Indonesia yang pada tanggal 1 April 2012 ini akan melakukan pembatasan terhadap konsumsi pemakaian Bahan Bakar  Minyak (BBM) bersubsidi , mungkin yang lebih dahulu memikirkan kebijakan Pemerintah ini baru Masyarakat  di Pulau Jawa & Bali yang pertama diterapkan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi ini.

Saat ini, penerapan pembatasan BBM bersubsidi tinggal menunggu terbitnya dua Peraturan Presiden (Perpres), yakni aturan perubahan atas Perpres Nomor 55 Tahun 2005, serta aturan revisi Perpres Nomor 9 tahun 2006. Kedua Peraturan Presiden itu mengatur seputar harga jual eceran BBM dalam negeri. Jadi mulai 1 April 2012, masyarakat pengguna mobil pribadi hanya boleh menggunakan BBM nonsubsidi. Kalau tidak memakai pertamax, maka dia tidak mendapat bensin, atau dia bisa juga pindah ke transportasi umum atau sepeda motor. Waduh, ini membuat binggung rakyat Indonesia khususnya P.Jawa dan Bali yang pertama diterapkan kebijakan Pemerintah ini .....Pusing.....#%&%&^%*????;.
Kalau kita menyimak dari niatan Pemerintah dengan adanya Pembatasan BBM Bersubsidi maka Pemerintah menyediakan pilihan-pilihan kepada Rakyat untuk memilih Atau sebenarnya Masyarakat di paksa  untuk memilih :

1.             Beralih kepada Moda Angkutan Massal / Umum;
Pembatasan bahan bakar minyak bersubsidi seharusnya diimbangi dengan penyediaan angkutan umum yang murah, nyaman, dan mudah didapat. Semestinya sebelum pembatasan BBM, pemerintah sudah dapat menyediakan angkutan umum yang nyaman, murah, dan mudah didapat, sehingga ada moda transportasi pilihan bagi rakyat menengah kebawah untuk memakai Transportasi umum dalam aktifitas kerja dan perekonomian sehari-hari. Namun apa yang terjadi di lapangan :
a.          Tidak ada satu pun “peran dari Pemerintah” dalam peneyediaan Transportasi yang berbasis pelayanan Publik yang memadai, seperti MRT (Mass Rapid Transit ), Monorail, BRT (Bus Rapid Transit) sebagai pengganti pilihan penggunaan mobil pribadi untuk beraktifitas sehari-hari. Melihat Pasal 139 dan 158 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan menyebutkan bahwa pemerintah wajib menyediakan angkutan umum, namun adakah yang benar-benar disediakan oleh Pemerintah dalam angkutan umum ?.....Pusing.....#%&%&^%*????;
b.         Pelayanan Angkutan Umum saat ini belum dapat dijadikan dasar untuk masyarakat berpindah ke angkutan umum,ini dikarenakan banyaknya angkutan umum yang berumur tua, tidak laik operasi, tidak aman, dikarenakan banyaknya kejahatan dalam angkutan umum dan  Tidak nyaman (banyak pedagang kaki lima , pengemis dan pengamen di angkutan umum);
c.          Infrastuktur untuk sarana angkutan umum berbasis Mass Transport  saat ini yang belum / jauh dari kata memadai, contoh Halte, Terminal Bus, Stasiun KA.

Jika pemerintah tidak menyediakan angkutan umum nyaman, murah, dan mudah didapat  pengguna sepeda motor pasti akan bertambah ini akan menjadi beban lalu lintas bagi jalan-jalan di P. Jawa Bali tahun kedepannya.

2.             Pindah Moda Split, menjadi naik Sepeda Motor;

Pemerintah harus sudah dapat menyediakan angkutan umum yang nyaman, murah, dan mudah didapat, sehingga ada moda transportasi pilihan dan tidak seolah-olah dipaksa masyarakat untuk membeli sepeda motor untuk sekedar dapat melaksanakan tugas dan aktifitas sehari-hari.
 Memang untuk mendapatkan sepeda motor di kalangan masyarakat saat ini sangat mudah, masing-masing Pabrikan berlomba untuk dapat menjual motor pertahunnya meningkat dengan memudahkan proses pembelian dan menurunkan DP/Tanda Jadi (uang muka) bahkan saat ini ada yang Tanpa Uang Muka sudah mendapatkan Sepeda Motor idaman, bukan main…….....Pusing.....#%&%&^%*????;
Membeli motor, kalau ini menjadi pilihan segaian besar rakyat menengah kebawah untuk mensiasati kebijakan Pemerintah maka kira-kira apa yang terjadi, misalnya di Jakarta sebagai Ibukota Negara, antara lain :
a.          Angka kecelakaan akan tinggi, beberapa ungkapan hasil data analisis memberikan fenomena bahwa kendaraan yang rentan akan kecelakaan lalu lintas di jalan adalah kendaraan roda dua yakni Sepeda Motor , Jika populasi motor bertambah diprediksi beban jalan dan kecelakaan akan makin meningkat ;
b.         Kemacetan lalu lintas akan terjadi dimana-mana di karenakan karakteristik pengemudi motor yang sebagian besar ugal ugalan saat di jalan, yang dapat menyebabkan kemacetan disana sini.
c.          Kenyamanan kurang karena masih terkena panas dan hujan , apalagi saat ini cuaca di Jakarta yang extreme.

Nah apalagi setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mewaspadai lonjakan populasi sepeda motor jika pengguna mobil pribadi diharuskan membeli bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Dan dengar punya dengar Kemenhub mengusulkan agar sepeda motor juga dilarang membeli BBM subsidi jenis Premium, pasti rakyat akan tambah bingung.....Pusing.....#%&%&^%*????;

3.             Membeli Converter Kit BBG.

Dalam 1 April 2012 nantinya dikala Pembatasan BBM bersubsidi sudah berjalan dan Kalau kita tidak mau beralih ke angkutan umum dan juga tidak mau beralih ke Sepeda Motor ya, …..Converter kit BBG harus menjadi pilihan kita. Converter kit itu sebenarnya alat penambahan untuk kendaraan, yang biasa pakai BBM, bisa pakai gas , fungsi dari konverter kit adalah pengguna kendaraan bisa memilih menggunakan BBM atau BBG. Sehingga nantinya jika pemerintah memberlakukan pembatasan BBM bersubsidi, yang salah satunya adalah dengan memberlakukan conversi BBM ke gas, masyarakat bisa menentukan pilihannya. "Jadi kalau dengan converter kit, bisa pakai gas atau BBM, punya dua pilihan,".
Sayangnya, alat yang dinilai sebagai salah satu cara untuk bisa merealisasikan rencana pemerintah dalam pembatasan BBM ini cukup mahal. Satu unit konnverter kit di banderol Rp9-13 juta per unit. Aplikasi pada kendaraan berupa penambahan tabung gas dan converter kit yang bentunya disesuaikan dengan fisik kendaran.  Moga saja conversi bensin ke BBG dapat berejalan dengan sukses seperti konversi minyak ke gas. Dan yang pasti harus aman….....Pusing.....#%&%&^%*????;
Lalu Yang masih menjadi kendala program konversi BBM ke BBG adalah minimnya infrastruktur, khususnya SPBG. Itu yang masih menjadi kendala utama, Masalah timbul kemana akan membeli Liquid Gas for Vehicle (LGV) dan Compressed Natural Gas (CNG), mengingat SPBU saat ini belum menyediakan LGV atau CNG baru saat ini 6 (enam) lokasi di Jakarta itu pun harus berebut dengan Busway dalam pengisiannya.
Pada Februari mendatang, pemilik mobil pribadi sudah bisa memesan  konverter kit buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) dengan kisaran harga Rp 12 juta per unitnya. Penjualan itu dilakukan demi menggalakkan konsumsi bahan bakar gas (BBG) untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Selasa, 13 Desember 2011

Bangsa Kita, Bangsa yang gemar “Shortcut”




Definisi Shortcut (noun ; a route shorter  than the usual one) . Istilah Shortcut biasanya diterjemahkan dalam bahasa artinya ““jalan pintas” ” (dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia;  pin·tas v, me·min·tas v 1 mengambil ““jalan pintas” ”; menempuh jalan yg terdekat; memotong jalan: supaya lekas sampai lebih baik kita ~ dusun ini; jalan ~ , jalan langsung (terdekat); 2 memenggal atau menyelang perkataan orang: suka benar ia memintas perkataan orang; 3 memotong perjalanan (tt orang, pesawat, dsb).
Sebenarnya kata-kata ““jalan pintas” ” sering kita dengar dalam keseharian kehidupan bermasyarakat, ““jalan pintas” ” banyak di bicarakan di kota-kota besar metropolitan  sekelas Jakarta karena masyarakatnya banyak mencari ““jalan pintas” ” untuk menghindar dari ruas jalan yang biasanya terkena macet misalnya.
Namun tanpa kita sadari Saya melihat system dan mekanisme “““jalan pintas” ”” memang disukai dan menjadi favorite oleh sebagian besar rakyat  Indonesia di berbagai sektor kehidupan. Pembuktian bahwa rakyat Indonesia gemar akan “““jalan pintas” ”” mungkin akan kita ingat-ingat sejenak :

1.       Dibidang Ekonomi dan Pembangunan.
Dibidang Ekonomi kita banyak melakukan dan mendengar  istilah ““jalan pintas” ” dalam perekonomian dan pembangunan Bangsa Indonesia, misalnya banyak orang ingin berada di puncak kehidupan ekonominya melakukan Korupsi, sehingga meraup kekayaan dalam sejenak kariernya, namun banyak dari mereka yang berakhir di Hotel Prodeo  Karena tidak bias mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dalam Bidang pembangunan juga kita dapat lihat banyak hasil-hasil pembangunan yang tidak dapat dirasakan lama (sebelum umur teknis pemakaiananya sudah rusak/hancur) karena dalam proses pembangunan nya banyak dilakukan penyunatan anggaran dengan tujuan supaya pekerjaan pembangunan cepat selesai. Selain itu Kegemaran bangsa Indonesia selalu berpikir bagaimana perencanaan jangka pendek bukan mengedapankan perencanaan jangka panjang dalam mengatasi masalah (Banjir,Transportasi,kemiskinan ).

2.       Dibidang Pelayanan Publik.
Dalam bidang pelayanan umum sering kita mendengar kata”sogok” / “Uang Pelicin”, itu sebenarnya dalah perilaku masyarakat kita yang ingin segalanya dilanyani cepat tanpa berbelit-belit dengan melalui ““jalan pintas” ” ditambah dukungan dari mental birokrat yang agak kurang baik, maka terdengarlah output/istilah seperti “pungli” ,”tip”, “gratifikasi”, dan “Suap”. Ini berlaku kesemua aspek pelayanan dan

3.       Dibidang Pendidikan.
Dibidang pendidikan dimana semua manusia pasti mengalami dan mudah mudahan tidak pernah melakukan hal-hal berikut seperti : menyontek, mencari bocoran soal kepada pengajar bahkan sampai jual beli jawaban Ujian Negara (UN) / Ujian Akhir Semester (UAS).

4.       Dibidang Sumber Daya Alam (SDA).
Dalam SDA banyak yang kita dengar penebangan hutan-hutan, pertambangan liar, perburuan satwa di lindungi. Itu semua membuktikan bahwa masyarakat kita banyak yang telah melewati ““jalan pintas” ”  tersebut untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang besar dibandingkan dengan akibat yang akan ditimbulkan nantinya, mereka tidak sampai berpikir demikian.
5.       Dibidang Transportasi.
Kalau dalam bidang ini kita pun pembaca tulisan saya ini yakin pernah melakukan / mencari ““jalan pintas” ” untuk menuju ke tempat/lokasi tertentu, dengan tujuan agar tidak memakan waktu lama akibat kemacetan, jarak dan akibat lain yang akan dirasakan biasanya kita menyebut jalan tersebut dengan “jalan tikus”. Banyak mungkin diantara kita yang melanggar masuk jalur Busway demi mencari ““jalan pintas” ” agar cepat dan tidak terkena antrian kendaraan lain, Jelas itu melanggar pak, awas nanti pasti di tilang, Pengendara motor banyak melalui trotoar jalan, untuk dilalui agar bisa lepas dari kemacetan lalu lintas di jalan.
6.       Dibidang Sosial dan Keagamaan.
Dalam bidang social banyak diantara masyarakat kita mencari ketenaran supaya terkenal dengan mencari ““jalan pintas” ” misalnya dengan melalui kontes-kontes yang cepat menjadi terkenal menjadi artis (Indonesia Idol, Da’i cilik, KDI dll). Itu semua bagus asalkan memang kita berbakat namun susah mencari peluang agar terkenal.
Banyak untuk menjadi terkenal dengan ikut gabung dalam jejaring social dengan menunjukan ucapan,bakat dan tingkah laku kita supaya kita terkenal melalui ““jalan pintas” ” melalui jejaring sosial You Tube,Facebook,Twitter,Digg dll ).
Nah yang lucu dalam bidang agama, yang menurut saya agak lucu ada orang/sebagian kecil warga kita yang telah ijin pergi haji ketanah suci dengan keluarga,masyarakat dan handai taulan, namun yang bersangkutan tidak pergi ke Tanah Suci namun ketempat lain dengan alasan yang berbeda (ketempat Istri muda, Menikah kembali di daerah lain), namun tetap membawa oleh-oleh Tanah Suci  dari ““jalan pintas” ” Pasar  Tanah Abang yang akan diberikan kepada keluarga,masyarakat dan handai taulan.
Masih dalam bidang keagamaan kita mendengar banyak ormas-ormas islam menempuh ““jalan pintas” ” dengan merusak dan memporak porandakan tempat hiburan malam, tempat judi dan minum minuman keras dengan alasan pemerintah tidak pernah menegur dan membubarkan tempat maksiat.

Bagaimana baiknya kita menyikapinya “““jalan pintas” ”” ?
““jalan pintas” ” (Shortcut) sebenarnya adalah baik asalkan kita menempatkan cara kita tersebut dengan alasan yang tepat dengan tetap berpikiran :
·               Sesungguhnya Allah, SWT tidak pernah tidur dan Maha Melihat apa yang dilakukan hambanya;
·               Kalau ““jalan pintas” ” yang kita lakukan itu benar Tidak berpengaruh negative terhadap system yang telah berjalan , tidak ada resikonya baik bagi diri kita, lingkungan sekitar dan kehidupan orang banyak maka “Do It”, “Lakukan Segera” jangan lupa berniat dan mengucap Bismillahhirohman nirrohim, atau apalah ......