Halaman

Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Juli 2012

Meningkatkan Percaya Diri Anak di Tahun Ajaran Baru

Saat ini merupakan hari-hari pertama Anak kita masuk kesekolah / kelas yang baru. Sebenarnya apasih yang dirasakan seorang Anak kira-kira dalam menititi jalan sebagai murid baru / memiliki teman-teman baru di Sekolah / Kelas yang baru ? Mungkin sebagian anak ada yang senang, takut, penasaran dan tidak sabaran untuk menunggu saatnya untuk masuk sekolah.Tentunya kita sebagai orang tua telah melihat gejala-gejala psikis Anak kita dalam menghadapi hal tersebut. 

Sebagian orang tua yang anaknya masuk kesekolah baru pasti ini sangat dipusingkan dari segi biaya pendidikan, apalagi tidak hanya satu dan / dua anaknya yang sekolah/kelas baru. Mereka disamping harus menyediakan biaya pendidikan juga harus memikirkan tuntutan atas permintaan anaknya akan Alat-alat tulis dan seragam baru. Duh Sulitnya menjadi Orang Tua....., lalu untuk bagaimana ya dulu Orang2 tua kita saat menyekolahkan kita dahulu ???.

Kembali ke pada kita para orang tua yang anak-anaknya saat ini masuk ke Tahun Ajaran Baru, sebenarnya adalah kewajiban kita untuk dapat meningkatkan Percaya Diri Anak untuk menyongsong dan menjalani tahun ajaran baru ini.Percaya diri anak disini menjadi penting dikarenakan seorang anak dengan berbagai kondisi kejiwaannya, tingkat interaksi sosial serta prestasi akademiknya memerlukan sebuah " PD " / Percaya Diri, misalkan sebutlah anak manja/anak mami yang tidak terbiasakan akan interaksi dan campur tangan orang lain selain Orang tuanya, disini mereka akan kesulitan untuk menjalani suasana kelas/Sekolah yang baru dengan teman dan lingkungan yang baru, Lalu anak yang di tahun lalu tidak naik kelas dsb,  disinilah peran orang tua untuk dapat meningkatkan semangat belajar dan menimbulkan rasa Percaya Diri kepada Anak-anak kita sehingga mereka dapat sukses di sekolah/Kelas yang baru.

Meningkatkan percaya diri anak dapat dilakukan oleh orang tua di berbagai tempat/Waktu/Kesempatan/Cara.

1.             Pemberian Contoh oleh Orang Tua di segi kehidupan rumah tangga adalah lebih baik dari pada Nasehat;

Berikan kepada anak-anak dirumah dengan  karakter positif anda-anda  sebagai orang tua, antara lain :
a.         Konsisten, terhadap berkata-kata dan perbuatan anda dirumah jangan terkesan Orang tua yang ‘plin plan”/ Ingkar janji dan tidak disiplin. Misalkan anda memerintahkan tutup pintu (kamar mandi) setelah engkau ke kamar mandi !!!. Tapi kita sendiri lebih sering melanggarnya.
b.        Bagikan pengalaman unik dan baik anda kepada anak-anak;
c.         Akui kesalahan anda dan jangan malu untuk meminta maaf kepada anak;
d.        Tunjukan perhatian;
e.         Ajak anak anda sesekali ke Kantor Anda;
f.         Libatkan / ajak anak dalam kegiatan lingkungan
g.        Membangun ikatan keluarga yang sehat.
h.        Selesaikan masalah apapun dengan secara bijak dan rileks;
i.          Tunjukkan Gaya Hidup Sehat dirumah Anda.

2.        Tanamkan Kebersamaan;
Sebenarnya seorang anak tak selalu susah diatur. Anak-anak sebenarnya bisa tetap dekat kepada orangtuanya, Asalkan sedari kecil orangtuanya sudah menanamkan kebersamaan dalam keluarga sejak dini. Untuk menumbuhkan kebersamaan dapat dilakukan dengan berbagai cara misalkan perhatian fisik, psikis dan jangan lupa memberikan sentuhan-sentuhan kecil seperti cium,peluk dan raba. Perlu juga bagi para orang tua untuk  Makan malam bersama keluarga, karena dalam kita dimeja makan (kalau ada) kita dapat bercengkrama sesudah makan,interaksi dan menanyakan sekedar "Bagaimana sekolah Mu ...?

3.             Kontak Mata.
Jadikan berkumpul bersama dirumah pada suatu saat tertentu adalah suatu kebutuhan . Berkumpul dan dekat secara fisik bersama keluarga adalah lebih baik untuk perkembangan diri seorang anak.
Kemudian ada teknologi untuk menggantikannya untuk berkomunikasi secara langsung tanpa kontak mata (Telepon,HP,dll) yang dapat kita sebut sebagai komunikasi tanpa kontak mata.
Komunikasi tanpa kontak mata itu ada dampak negatifnya juga buat anak kita menjadi kurang empati pada orang tuannya, anak tidak bisa melihat perubahan emosi orang tuanya.
Apalagi parahnya sudah Kontak mata tidak, secara tidak langsung juga  tidak, anak menjadi kurang perhatian,prestasi belajar menurun,tingkat interaksi sosialnya juga kurang baik,  Temperamen Anak yang kurang stabil.

4.        Pembagian Tanggung Jawab yang harus di kerjakan oleh anak dirumah (remaja);
Pembagian tanggungjawab bagi anak dapat dimulai sejak dini dengan pembagian tugas kecil-kecilan dirumah (merapihkan tepat tidurnya,mandi sendiri sampai kepada tugas-tugas seperti mengepel lantai, membersihkan dan merapihkan ruangan)
Bagi anak-anak dengan pemberian tanggung jawab adalah sebuah keterampilan yang bisa untuk menjadi bekal di kemudian hari.
Tanggung jawab itu membuat anak memilki kebutuhan untuk dapat membantu orang tua.

Selamat dicoba dan dirasakan......

Rabu, 02 Mei 2012

Remas dan Hancurkan Kemasan Botol Plastik Limbah Rumah Anda.


Apakah yang terkenal dan menjadi momok yang menakutkan dikalangan Barang, produk dan karya di Indonesia, yakni barang tiruan atau asli tapi palsu . Barang tiruan jelas yang dirugikan adalah konsumen pengguna produk – produk tertentu baik produk barang konsumtif, perhiasan maupun barang industry serta suku cadang.

Kenapa Penulis disini menyebutkan istilah Asli tapi Palsu ?, Asli memang kemasannya asli dari bawaan produk itu sendiri, nah yang Palsu adalah isinya, karena bukan merupakan produksi si Aslinya. Biasanya barang-barang tersebut adalah kepunyaan merek-merek terkenal yang memang pelanggannya sudah banyak.

Penulis disini mencoba mengingatkan pembaca yang budiman, sebenarnya adanya barang asli tapi palsu alias tiruan disini sebenarnya bisa dicegah dan dihindari mulai dari diri kita sendiri, keluarga kita dan rumah kita.
Rumah adalah awal dari kehidupan dan aktifitas setiap manusia dan rumah pula adalah penyumbang sampah per harinya yang cukup besar dalam kehidupan manusia.

Banyak kejadian dan berita di beberapa media cetak , elekronik dan media online tentang beberapa kejadian adanya peredaran barang asli tapi palsu alias tiruan di masyarakat sebagai berikut :
1.             Air minum dalam kemasan
2.             Kecap/saos sambal/saos tomat/penyedap makan;
3.             Syirup.
4.             Shampo & Condisioner
5.             Sabun Mandi dan Cuci tangan Cair.
6.             Dll,  karena Saya yakin masih banyak barang asli tapi palsu yang tidak saya sebutkan satu persatu

Barang asli tapi palsu khususnya pada barang konsumtif yang beredar dimasyarakat memang sangat merugikan bagi konsumen, apalagi yang terkena dampaknya diri kita,keluarga dan kerabat. Kerugian yang jelas dari sisi kesehatan penggunanya, karena produk itu telah di buat ulang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab menyerupai produk aslinya untuk meraup keuntungan yang besar pada jaman yang serba kesusahan ini dengan modal yang tidak terlalu besar.

Modal tidak terlalu besar karena kemasan yang digunakan disini oleh produsen asli tapi palsu tersebut, menggunakan kemasan bekas pakai dari produsen aslinya. Kemasan bekas pakai inilah yang menjadi titik awal dari semua kepalsuan dan dapat meraup keuntungan yang menggiurkan bagi sebagian orang yang tidak bertanggung jawab.

Yakinlah ini merupakan penyimpangan dari prinsip pengolahan sampah dengan Sistem 3R ( Re-cycle,Reduce,Re-use),  Karena Re-use disini bukanlah tindakan yang menguntungkan namun merugikan konsumen dan merupakan pelanggaran hukum pidana

Biasanya pembuat barang asli tapi palsu mencari kemasan bekas pakai yang berlabel masih bersih, baik dan tidak cacat/rusak, tersebut di beberapa pengumpul/pengepul barang-barang rongsok, lalu dicuci dengan beberapa larutan kimia pembersih sehingga dapat di refill dengan produk tiruan serupa.

Apa yang dapat kita lakukan ?

Sebenarnya langkah kongkret/nyata yang dapat dilakukan di kalangan pribadi dan rumah tangga kita adalah :
a)                (Remas/Injak) Merusak dan menghancurkan kemasan produk konsumtif bekas pakai yang telah anda dan keluarga  gunakan sehari-hari dengan sedikit tenaga. Langkah ini dapat diterapkan pada kemasan produk konsumtif yang terbuat dari plastik ringan seperti Air minum dalam kemasan, Kecap/saos sambal/saos tomat/penyedap makan, dll . Sebelum Anda membuangnya ke tempat sampah.
b)       (Lubangi/Gunting) Merusak dan menghancurkan kemasan produk konsumtif bekas pakai yang telah anda dan keluarga  gunakan sehari-hari dengan sedikit tenaga dan alat tambahan seperti pisau dapur dan benda tajam lainnya. Langkah ini dapat diterapkan pada kemasan produk konsumtif yang terbuat dari plastik yang agak keras seperti Shampo & Condisioner,detergent cair,pewangi pakaian dll. Sebelum Anda membuangnya ke tempat sampah.


“Mudah-mudahan tulisan ini yang merupakan anjuran dan ajakan bagi kita semua sehingga dapat bermanfaat bagi kita sebagai konsumen. Dan mudah-mudahan tulisan ini juga merugikan bagi produsen barang Asli Tapi Palsu karena stok kemasan yang baik dan tidak cacat,  sudah mulai susah didapat.”……………(Nikita Perihandono)

Selasa, 10 April 2012

Yang Perlu Diketahui Orang Tua, Dalam Berinternet Sehat Bagi Anak-anak Dan Remaja

Pernah bertanya-tanya apa yang dicari anak Anda saat online? Bukan tentang pemanasan global. Bahkan, karena anak-anak menggunakan mesin pencari seperti Google untuk menjelajah, kata kunci pencarian online mereka mungkin tidak muncul saat Anda memeriksa histori browser mereka. Jadi bagaimana Anda dapat mengelola apa yang tidak dapat Anda lihat?

Konektivitas online telah memberi anak-anak akses informasi dan hiburan dengan tingkatan yang belum pernah ada sebelumnya. Mereka hidup dalam budaya di mana terhubung ke Internet dapat terjadi sepanjang hari dan sepanjang minggu. Untuk menemukan sesuatu mereka tinggal melakukan pencarian dan hasilnya akan segera didapat — kadang tanpa tersaring dan sangat tidak sesuai usia. Orang tua harus memperluas pengasuhannya hingga mencakup kehidupan online anak-anak dan mengetahui Rambu-rambu Jalannya. Kita harus mengajari anak-anak cara menggunakan teknologi canggih yang ada di ujung jari mereka secara bertanggung jawab. Panduan berikut akan membantu:

Untuk Anak usia di bawah 7 Tahun

Pertimbangkan menggunakan filter atau program yang membatasi akses Internet.
Pastikan Anda menggunakan pengaturan pencarian yang paling aman. Blokir kata-kata yang Anda tidak ingin dicari oleh anak-anak — seperti "seks" dan "porno" ("boobs" dan "boobies" juga masuk dalam 100 teratas).
Dampingi saat anak online, dan ketahui situs yang mereka tuju — terutama YouTube yang memuat konten bagus dan juga tidak terlalu bagus.
Pilih situs yang sesuai-usia: Gunakan sumber daya independen — seperti milik kami di Common Sense Media — untuk membantu menemukan situs yang menghibur sekaligus sesuai-usia. Pastikan Anda memilih situs yang dikunjungi anak Anda.
Ajari anak Anda dasar-dasar perilaku berinternet yang aman. Semakin dini mereka tahu cara mencari di internet yang aman, semakin baik. Anak-anak membangun kebiasaan yang akan bertahan seumur hidup sejak dini. Ikuti panduan cerdas dan sederhana ini.

Untuk anak usia 7 hingga 10 tahun

Jelaskan bahwa pencarian di Internet dapat mendatangkan risiko. Adalah sangat lazim bagi anak usia 8 tahun untuk penasaran tentang tubuh manusia dan fakta-fakta kehidupan. Namun ruang cyber tidak membedakan antara "rasa penasaran" anak usia 8 tahun dengan "rasa penasaran" orang usia 28 tahun. Anak Anda bisa jadi dibawa untuk menelusuri seks dan pornografi. Cara terbaik untuk mengelola hal ini adalah dengan memastikan bahwa browser diatur ke mode “pencarian aman” (safe search) dan selalu membuka saluran komunikasi antara Anda dan anak Anda. Anda harus membuat mereka merasa nyaman untuk bertanya kepada Anda jika menemukan sesuatu yang mengganggu. Sekalipun Anda tergoda untuk marah dengan apa yang mereka temukan, namun lebih baik jika mereka mendapatkan nasihat dari Anda dibanding mencoba memahami sendiri sesuatu yang mengganggu.
Tempatkan komputer di lokasi yang sentral. Anak-anak usia 8 tahun tidak memerlukan koneksi nirkabel di kamarnya. Jika dia seperti anak pada umumnya, dia juga akan mencari informasi tentang seks.
Bicarakan perbedaan konten legal dan ilegal: Anak mungkin berpikir mereka dapat men-download film, permainan, atau musik favoritnya secara gratis dari jaringan berbagi file peer-to-peer, namun hal ini tidaklah benar-benar gratis. Banyak dari item ini yang dilindungi hak cipta, yang berarti Anda men-download konten ilegal. Dan hasil download ini mungkin membawa spyware dan malware yang cepat atau lambat akan merusak komputer Anda.
Ajarkan dasar-dasar privasi dan perilaku yang baik di dunia online dan jejaring sosial. Banyak anak memulai dengan situs jejaring sosial yang mempunyai kontrol khusus untuk melindungi mereka. Namun, mereka cepat beralih ke jejaring sosial lain yang kurang begitu mengontrol apa yang dapat mereka katakan dan jenis informasi yang dapat dibagi. CBeebies adalah contoh yang bagus.
Bicarakan tentang pelecehan cyber. Ini bagian mengerikan namun sangat nyata dalam kehidupan online. Pastikan Anda tahu cara membantu anak melindungi dirinya sendiri.
Untuk Pra-remaja (1112 tahun)
Bicarakan pentingnya melindungi privasi dan reputasi online. Pada usia ini anak benar-benar mulai beraktivitas online, jadi mereka perlu memahami apa saja yang aman dan sesuai untuk di-posting. Anak-anak tidak menyadari bahwa kehidupan sosial online mereka tersaji tidak hanya di hadapan teman-temannya. Ada audiens online tak terlihat yang sangat luas. Dan apa saja yang mereka pasang secara online dapat bertahan selamanya.
Bicarakan tentang pornografi. Seberapa banyak rincian yang Anda bahas terserah Anda. Namun mengabaikannya berarti membiarkan anak mencoba memahaminya sendiri. Jelaskan nilai-nilai Anda tentang seks dan kemesraan, dan bedakan kedua hal itu dari apa yang dapat anak temukan di situs pornografi amatir dan profesional.
Lihat permainan yang mereka mainkan. Ada banyak permainan yang sangat penuh kekerasan dan dapat ditumpangi spyware dan malware.
Tetapkan aturan tentang men-download musik. Tidak boleh melakukan download ilegal. Titik.
Pastikan anak dapat mengetahui apakah sebuah situs dapat dipercaya atau tidak. Suruh mereka mengajukan pertanyaan dasar: Siapa di belakang situs itu? Apa tujuan situs itu? Bagaimana saya tahu bila informasinya akurat?
Ingatkan mereka bahwa mencontek lewat Internet (seperti mengambil satu paragraf lengkap dari sebuah situs web ke makalah penelitian) tetaplah mencontek.

Bagi Remaja

Pelajari tentang Facebook. Situs ini adalah pusat kehidupan sosial online anak-anak. Pastikan anak mengatur pengaturan privasinya dan benar-benar memahami bahwa apa saja yang mereka posting dapat disalin, ditempel dan dikirim ke ribuan orang dalam sekejap. Bantu mereka melindungi privasi dan reputasinya.
Bicarakan lagi tentang pornografi. Rasa penasaran soal seks adalah normal bagi remaja. Pornografi adalah sesuatu yang lain sama sekali. Setiap keluarga mempunyai sikap sendiri-sendiri terkait seksualitas, namun tidak ada pornografi yang sesuai-usia untuk anak-anak. Anak-anak akan tetap melihatnya. Orang tualah yang berperan untuk membantu mereka memahami apa yang mereka lihat.
Tetapkan aturan pencarian online. Setiap keluarga mempunyai toleransi sendiri-sendiri. Namun umumnya remaja memerlukan kebebasan mencari secara online untuk keperluan tugas sekolah mereka. Mereka juga sering melakukan pencarian online saat orang tua tidak ada karena mereka akan lebih bebas.
Dan yang paling penting, bahas Rambu-rambu Jalannya. Karena masalah terbesar yang muncul adalah konten yang tidak sesuai, komunikasi yang tidak pantas, perlindungan privasi, dan download yang tidak aman, bicarakan dengan anak Anda rambu-rambu Anda untuk setiap area.

Senin, 19 Maret 2012

Bahaya Sampah Plastik Bagi Lingkungan Perumahan.

 




Plastik adalah salah satu benda yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan masyarakat sehari – hari. Penggunaan plastik terutama sebagai media untuk membawa produk sangat lazim digunakan oleh masyarakat baik untuk membawa produk makanan dan minuman, pakaian, alat elektronik, peralatan rumah tangga, dsb. Di Indonesia bisa membawa minimal lima kantong plastik untuk membawa beragam barang belanjaan. Fenomena ini terjadi bukan hanya di negara kita tercinta Indonesia saja tetapi juga dilakukan oleh masyarakat di Perumahan Mutiara Bogor Raya.
Gaya hidup yang tidak bersahabat dengan alam, sehingga akan menimbulkan banyak sampah dengan begitu pencemaran pun tak terhindarkan. Baik pencemaran tanah, air maupun udara. Sampah merupakan masalah yang tak akan ada habisnya, karena selama kehidupan ini masih ada. Maka sampah pasti akan selalu diproduksi. Produksi sampah sebanding dengan bertambahnya jumlah penduduk. Semakin bertambah banyak jumlah penduduk, semakin meningkatlah produksi sampah.
Berdasarkan data dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu dengan konsep R3 (TPST-3R) Perumahan Mutiara Bogor Raya, bulan Januari-Februari 2012, sampah kantong plastik (Kantong kresek, PP,HD dan PE) yang dibuang sampai ke TPST adalah sebesar ± 500 kg (Setengah Ton) dalam dua minggu data bulan Januari 2012. Berarti dalam 1 (satu) harinya Perumahan Mutiara Bogor Raya ini memproduksi atau membuang sampah kantong plastik sebesar ± 35,7 kg/hr.
Ada banyak pertanyaan yang muncul dari masyarakat awam yang belum mengerti akan bahaya dari sampah plastik yang tidak didaur ulang dengan proses yang benar. Berikut adalah beberapa alasan mengapa masyarakat perlu untuk membatasi penggunaan dari kantong plastik yaitu (BBC News, 2008):
§  Kantong plastik adalah salah satu bagian terbesar dari sampah yang memenuhi daratan dimana kondisi dari kantong plastik yang ringan tersebut sehingga memudahkan untuk terbang kemana – mana dan dengan mudah dapat kita temukan sampah kantong plastik yang berserakan baik di fasilitas umum, fasilitas niaga, maupun komplek perumahan yang dapat menyebabkan banjir dan menimbulkan penyakit dari lingkungan yang kotor.
§  Kantong plastik terbuat dari bahan yang tidak dapat diuraikan secara alami dengan cepat yaitu minyak bumi. Konsumsi plastik dalam jumlah besar tentunya juga berdampak pada konsumsi minyak bumi dan berujung pada semakin menipisnya cadangan minyak bumi dunia.
§  Selain itu plastik sangat membahayakan bagi lingkungan dimana plastik yang terbakar akan menciptakan polusi udara sedangkan plastik yang terbuat dari bahan polythene membutuhkan waktu sekitar 1.000 tahun untuk dapat diuraikan secara alamiah di tanah dan membutuhkan waktu sekitar 450 tahun untuk dapat diuraikan di air.
§  Apabila sampah plastik dapat terurai sekalipun maka partikel dari plastik tersebut tetap akan mencemari air dan tanah. Hal yang sangat terbalik dengan sampah organik yang dapat dengan mudah terurai dalam periode waktu 2 – 3 minggu.
§  Kantong plastik yang terdapat di air dapat membunuh kehidupan mamalia air dan juga burung yang mencari makan di permukaan air. Menurut para pakar lingkungan, diperkirakan terdapat 100.000 hewan mamalia air yang meninggal setiap tahun karena menelan sampah plastik di samudra Pasifik Utara.
§  Hal yang sama juga dapat terjadi di daratan, dimana kantong plastik juga dapat secara tidak sengaja termakan oleh hewan di darat dan meninggal karena tidak dapat mencerna plastik tersebut.
§  Secara jelas tidak terdapat pasar untuk produk hasil daur ulang plastik sehingga sedikit sekali organisasi yang bersedia untuk melakukan daur ulang atas sampah plastik yang ada karena tidak memiliki nilai tambah.
§  Meskipun banyak usaha ritel seperti supermarket yang menerima kembali dan memberikan kompensasi atas pengembalian kantong plastik atau botol plastik tetapi hanya sedikit yang melakukan daur ulang atas produk plastik tersebut.
Selain plastik kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan “styrofoam” juga berisiko melepaskan bahan kimia yang bisa membahayakan kesehatan. Monomer styrene yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas bila bereaksi dengan makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol dalam keadaan panas. Meskipun bila residunya kecil tidak berbahaya.
Berikut kami sampaikan pembagian dasar pembuatan dari plastic dan penggunaannya yang benar sesuai anjuran pemakaiannya, jadi untuk warga perumahan Mutiara Bogor Raya agar lebih memahami dan sebagai acuan, karena ini penting dimana penggunaan harus sesuai dengan dasar dari pembuat plastic itu, seperti yang telah dianjurkan oleh Pemerintah. Secara umum, kemasan plastik diberikan label-label sebagai berikut:
  1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) dengan berlabel angka 01 dalam segitiga biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral. Botol-botol dengan bahan ini direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan dipakai untuk menyimpan air hangat apalagi panas.
  2. HDPE (high density polyethylene) berlabel angka 02 dalam segitiga biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
  3. V atau PVC (polyvinyl chloride) berlabel angka 03 dalam segitiga adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
  4. LDPE (low density polyethylene) berlabel angka 04 dalam segitiga biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan berkode ini dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang ini bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
  5. PP (polypropylene) berlabel angka 05 dalam segitiga adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik botol ini transparan yang tidak jernih atau berawan.
  6. PS (polystyrene) berlabel angka 06 dalam segitiga biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
  7. Other (biasanya polycarbonate) berlabel angka 07 dalam segitiga bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon.
Kemasan plastik yang paling banyak dan paling aman digunakan adalah yang terbuat dari polyethylene (PE) dan polyprophylene (PP) yang dilabeli terkadang juga dilabeli dengan gambar gelas dan garpu atau ada tulisan `untuk makanan` atau `for food use`.
Nah mulai sekarang kita harus mencoba disiplin dan harus lebih cermat dalam penggunaan plastic untuk keperluan sehari-hari, dengan cara :
1.         Kalau mau mewadahi makanan siap santap dengan plastik kresek sebaiknya dilapisi dulu dengan bahan yang aman seperti daun atau kertas.
2.         Tertib dalam pemakaian berbahan Plastik untuk penggunaan tertentu (lihat diatas)
3.         Jangan menggunakan sembarang tempat air minum/bekal makanan (periksa di bagian bawahnya,lalu cek  lihat uraian diatas)
4.         Jangan menggunakan keemasan bekas pakai untuk digunakan secara berulang ( Bekas air mineral digunakan kembali secara berulang, bahkan berhari-hari untuk bekal minuman anak/kita).
5.         Mulai mencoba mengurangi tas kantong plastic dengan Tas Kain.